Berita Nasional
Mantan Menkominfo “Johnny G. Plate” Jalani Sidang Dakwaan Hari Ini

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate bersiap memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis, 15 Maret 2023. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Kuntadi mengatakan, uang ratusan juta yang diterima oleh adik Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Gregorius Alex Plate, adalah dana dari anggaran Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo.
Jakarta – Berita Patroli – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menjalani sidang pembacaan dakwaan dalam kasus korupsi BTS 4G pada Selasa, 27 Juni 2023. Sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada pukul 10.00 WIB.
“Dengan agenda pembacaan surat dakwaan dalam perkara BTS 4G Bakti KOominfo,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana lewat keterangan tertulis, Senin, 26 Juni 2023.
Selain Johnny, jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung juga akan membacakan dakwaan untuk 5 terdakwa lainnya. Terdakwa tersebut ialah mantan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Achmad Latif; Dirut PT Mora Telematika Indonesia Galumbang Menak Simanjuntak; Direktur PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan; staf ahli Human Development Universitas Indonesia Yohan Suryanto; dan Account Director PT Hueawei Tech Investment Mukti Ali.
Proyek pembangunan BTS merupakan proyek jumbo yang memakan anggaran hingga belasan triliun rupiah. Proyek ini meliputi pembangunan 9.000 unit BTS di ribuan desa dengan kategori 3T. Pembangunan rencananya dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 2021 sebanyak 4.200 unit dan sisanya pada 2022. Namun, sejak pembangunan tahap pertama target tersebut tidak tercapai.
Molornya proyek dan kejanggalan yang ada dalam pelaksanaan proyek diendus oleh Kejaksaan Agung. Kejaksaan memulai penyidikan kasus ini pada November 2022. Hasil dari penyidikan tersebut, kejaksaan menetapkan 5 orang menjadi tersangka, di antaranya Anang Latif; Galumbang, Irwan; Yohan; dan Mukti Ali. Kejaksaan Agung menduga Anang dkk melakukan pemufakatan jahat untuk mengatur tender proyek dan menggelembungkan harga. Karena perbuatan mereka, negara ditaksir merugi hingga Rp 8 triliun.
Johnny G. Plate ditetapkan menjadi tersangka keenam dalam kasus tersebut. Kejagung menyatakan sebagai menteri, Johnny ditengarai memiliki peran yang signifikan dalam proyek tersebut.
Setelah Plate ditetapkan menjadi tersangka, Kejagung kembali menetapkan dua tersangka baru, yakni pengusaha bernama Windi Purnama dan Dirut PT Basis Utama Prima M. Yusrizki. Windi diduga merupakan orang kepercayaan Irwan yang menjadi perantara uang ke banyak orang. Sementara Yusrizki lewat perusahaannya diduga menjadi penyedia panel surya dan baterai untuk BTS. Dua nama yang terakhir masih dalam proses penyidikan oleh Kejaksaan Agung. (Red)
