Berita Nasional
Proyek Pengaspalan Jalan Desa Talok, di Duga Sarat Kepentingan
Bojonegoro, Berita Patroli – Proyek pembangunan jalan di Desa Talok Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, sepanjang 352 meter di duga menyalahi bestek. Proyek Pengaspalan Jalan Desa dengan anggaran Rp. 605.724. 565,13 yang alokasi dananya dari Bantuan Keuangan Khusus Pemkab Bojonegoro saat ini sedang dalam pengerjaan pihak Tim pelaksana desa Talok.
Proyek Bantuan Keuangan Khusus yang diperuntukkan kepada Desa, dikarenakan desa tersebut memenuhi kriteria khusus yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah, persyaratan Indeks Desa Membangun (IDM) yang parameter-parameternya telah ditentukan oleh pemerintah. Tahun ini, jumlah desa yang menerima BKK sebanyak 152 dari 381 desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Desa-desa terpilih, merupakan hasil pemetaan sarjana pendamping desa dan tenaga ahli untuk mengintervensi sisi lemah dari desa tersebut. Prosedur awalnya bukan usulan dari desa, melainkan hasil dari penilaian pendamping desa, tenaga ahli, dan DPMD.
Informasi dilapangan ketika kami melihat langsung pengerjaan Proyek Pengaspalan Jalan di Desa Talok pada Minggu (2/1/22) pencapaiannya sudah 100 meter lebih.
Dari pengamatan kami, kondisi pembangunan pengaspalan jalan yang dilakukan oleh tim desa kurang memenuhi stadart proyek jalan. Hal ini terlihat masih banyak titik yang kurang rata atau banyak bintik dan lubang kecil yang di duga hasil dari pada material yang tidak memenuhi standart pembangunan jalan, sementara pemadatan yang dilakukan oleh alat berat juga kurang merata.
Salah satu warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya (nama-red) mengatakan, bahwa proyek tersebut di anggapnya kurang bagus, dengan pembuktian hasil dari pengaspalannya kurang rata dan kurang padat.
“Saya juga heran mas, proyek ini anggarannya kan lumayan besar, kalau bagi kami kok hasilnya kurang bagus, tapi masih berjalan kok kelihatannya kayak kurang padat tindasannya, itu juga masih ada yang kurang padat di sebelah barat,”ucap salah satu warga tersebut,” ucapnya heran, Minggu (2/1/22).
Sementara itu, Samudi Kepala Desa Talok ketika di hubungi melalui Whatsappnya soal pembangunan jalan menyarankan untuk menghubungi Timlak Desa. “Saya gak hafal pak, Coba hubungi timlak langsung saja,”kata Samudi.
Karena kesulitan mendapatkan nomor seluler timlak desa, kami menghubungi sekertaris Desa Talok. 
Alvin SH saat dimintai keterangannya melalui telepon selulernya menerangkan, bahwa timlak sedang berada di sawah dan tidak membawa telepon.
“Orangnya lagi gak pegang hendphone, orang ini kan lagi ngurusi tandur, ini kan musim tanam. Timlak desa namanya Marjono, tapi orangnya nggak pakai handphone, jadi orangnya kalau di telfon itu ya gak bisa kalau nggak ketemu” ujarnya.
Lebih lanjut ditambahkan oleh Carik Desa Talon bahwa, proses pengaspalannya baru satu lapis, agregatnya dari bescose klas A, untuk bescosenya ketebalan 10 cm, aspalnya 2 lapis, AC BC nya 5cm, kemudian AC WC nya 4cm, totalnya semua 9cm, AC BC yang 5cm dasaran.
Sampai berita ini diturunkan, timlak desa Talok belum bisa dihubungi, pasalnya masih dalam musim tanam, sehingga tidak mengawasi pekerjaan namun mengawasi hasil pertaniannya sendiri. Bagaimana sebuah pembangunan apa bila tanpa ada pengawasan ? tunggu edisi berikutnya. (Sugeng)















You must be logged in to post a comment Login