Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Berita Nasional

OTT KPK Guncang Kejaksaan, Kajari Hulu Sungai Utara dan Kasi Intel Digiring ke Gedung Merah Putih

Gedung Merah Putih kembali menjadi saksi runtuhnya integritas aparat penegak hukum. Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara bersama Kepala Seksi Intelijen digiring penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi usai terjaring Operasi Tangkap Tangan di Kalimantan Selatan. Keduanya diduga terlibat praktik pemerasan dengan barang bukti uang tunai ratusan juta rupiah. Ironi ini menampar wajah penegakan hukum, saat jaksa yang seharusnya memberantas korupsi justru diperiksa sebagai terduga pelaku. KPK menegaskan pemeriksaan dilakukan intensif dan publik menunggu proses hukum dibuka seterang-terangnya tanpa perlindungan jabatan dan institusi.

Gedung Merah Putih kembali menjadi saksi runtuhnya integritas aparat penegak hukum. Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara bersama Kepala Seksi Intelijen digiring penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi usai terjaring Operasi Tangkap Tangan di Kalimantan Selatan. Keduanya diduga terlibat praktik pemerasan dengan barang bukti uang tunai ratusan juta rupiah. Ironi ini menampar wajah penegakan hukum, saat jaksa yang seharusnya memberantas korupsi justru diperiksa sebagai terduga pelaku. KPK menegaskan pemeriksaan dilakukan intensif dan publik menunggu proses hukum dibuka seterang-terangnya tanpa perlindungan jabatan dan institusi.

Berita Patroli – Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang institusi penegak hukum. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hulu Sungai Utara (HSU), Albertinus P Napitupulu, bersama Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Asis Budianto, resmi diamankan dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kalimantan Selatan, Kamis (18/12/2025).

Pantauan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (19/12/2025), menunjukkan Albertinus tiba lebih dahulu sekitar pukul 08.19 WIB, mengenakan kaus abu-abu dan masker putih. Empat menit berselang, Asis Budianto menyusul pada pukul 08.23 WIB, mengenakan jaket hitam, masker, serta membawa ransel. Keduanya langsung digiring penyidik KPK menuju ruang pemeriksaan tanpa memberikan pernyataan kepada awak media.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa total enam orang diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK. Dua orang masuk melalui pintu depan, sementara empat lainnya melalui pintu belakang.

“Pagi ini para pihak yang diamankan dalam kegiatan penangkapan di wilayah Kalimantan Selatan tiba di Gedung Merah Putih KPK, di antaranya dua orang dari Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara,” ujar Budi dalam keterangannya.

KPK juga mengonfirmasi bahwa pihak swasta turut diamankan dalam OTT tersebut dan diduga berperan sebagai perantara. Selain itu, penyidik menyita barang bukti uang tunai ratusan juta rupiah.

“Benar, di antaranya yang diamankan adalah Kajari, Kasi Intel, dan pihak swasta yang diduga sebagai perantara. Dugaan awal perkaranya adalah tindak pidana korupsi berupa pemerasan,” tegas Budi.

KPK menegaskan seluruh pihak yang diamankan akan menjalani pemeriksaan intensif. Lembaga antirasuah itu juga mengimbau agar para pihak bersikap kooperatif demi kelancaran proses hukum.

“Sehingga proses penegakan hukum tindak pidana korupsi dapat berjalan efektif,” pungkasnya.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi telah melakukan OTT di wilayah Kalimantan Selatan pada Kamis malam. Namun saat itu, identitas para pihak yang diamankan maupun konstruksi perkara belum diungkap ke publik.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak pandang jabatan, termasuk terhadap aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menegakkan keadilan.

(Tomy, Arinta)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Nasional

To Top