JATIM
Bermaksud Adil dan Merata, Pembagian Beras Bulog di Desa Pakis, Kecamatan Grabakan Justru Dikeluhkan Keluarga Penerima Manfaat

Beras Bantuan Pangan.
Berita Patroli – Tuban
Beras Bantuan Pangan sebesar 20 Kg untuk alokasi Juni-Juli 2025 merupakan program pemerintah yang bertujuan meringankan beban kebutuhan pangan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan ini sangat membantu dalam mencukupi kebutuhan pokok beras selama dua bulan sekaligus. Namun, agar bantuan dapat diterima dengan lancar, penerima terlebih dahulu mendapat undangan resmi dari desa. Dalam proses pengambilan, setiap penerima bantuan diwajibkan membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli sesuai nama yang tercantum dalam data penerima. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari data ganda.
Namun, aturan pembagian beras tepat sasaran itu berbeda di Desa Pakis, Kecamatan Grabakan, Kabupaten Tuban. Pembagian beras sebesar 20 Kg yang diadakan pada hari Selasa 22 Juli 2025 itu justru menimbulkan Polemik dan pertanyaan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sebut saja YD salah satu warga penerima bantuan. bertahun tahun dirinya mendapatkan beras dengan jumplah yang sesuai dan tidak berkurang. Namun pada hari Selasa 22 Juli 2025 dia justru hanya menerima 5 Kg Beras yang seharusnya menurut data dirinya mendapat 20 Kg dari Bantuan Bulog yang dibagikan waktu itu di rumah Kepala Desa Pakis, Kecamatan Grabakan.
” Seharusnya saya mendapatkan 2 Sak dengan jumplah 20 Kg. Tapi sekarang saya malah mendapat 5 Kg. Katanya akan dibagi merata seluruh Desa”. Kata YD kepada Media ini Rabu (23/07/2025).
Kekesalan itupun juga dirasakan oleh ED (32) Tahun warga setempat yang termasuk sebagai Penerima Bulog. dia kecewa lantaran Beras 20 Kg yang di gadang gadang bisa mencukupi kebutuhan hidup selama sebulan justru pulang hanya membawa kantong kresek yang isinya 5 Kilo Beras. Padahal menurutnya dia tidak pernah merasa diajak Musyawarah oleh Pemerintah Desa bahwa Bulog pada bulan Juli ini akan dibagi merata.
” Dari rumah seneng Mas dapat 20 Kilo. Eh ternyata sampai dirumahnya Pak Kades malah ditimbang,i diplastik yang isinya 5 Kilo. Kalau keweca pasti kecewa karena tidak sesuai harapan. Apa lagi tidak diberitahu sebelumnya”. Jelasnya ED dengan nada kesal.
Sementara itu, Kepala Desa Pakis dikonfirmasi perihal keluhan warga yang merasa kecewa atas niat yang dirasa baik tersebut, Muhlis membenarkan atas apa yang dilakukan. Menurutnya, apa yang dilakukan itu semata mata agar Masyarakat tidak saling gontok- gontok,an dan terkesan adil sama rata.
“Kami tidak ada niatan untuk menggelapkan, menguasai untuk diri sendiri bantuan yang diberikan.
Kami hanya berusaha bagaimana warga kami damai, tidak gontok-gontok’an dengan tetangga, teman, ataupun saudaranya sendiri gara-gara bantuan”. Jelasnya Muhlis kepada Media ini Jum’at (1/08/2025).
Selanjutnya, Kepala Desa yang dikenal santun dan tegas ini disinggung terkait pihaknya apakah sudah melakukan Musyawarah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dirinya menegaskan saat itu telah melakukan Musyawarah dengan Masyarakat khususnya RT setempat.
“mempertimbangkan data penerima bantuan sembako banyak yang dari ekonomi menengah, sedangkan banyak warga Pakis dalam kategori miskin tidak mendapatkan, maka demi ketentraman warga, kami sampaikan dalam pertemuan dengan warga penerima dan para ketua RT,
Maka pembagiannya diusahakan sama rata.” Tegasnya
Muhlis nenambahkan, Dirinya sering menyampaikan kepada setiap Forum agar terkait data kemiskinan dikabupaten Tuban ini bisa berkurang. Dia berharap agar Pemerintah dapat mengambil sikap tegas sebagai bentuk upaya untuk mengurangi Konflik dikalangan bawah khususnya dalam pembagian bantuan baik itu berupa Tunai atau Non Tunai bisa tepat sasaran.
(Yan)















You must be logged in to post a comment Login