Connect with us

Berita Patroli

BREAKING NEWS

Pengerjaan Satu Paket di Kedung Doro, Perlu di Tinjau Walikota Kembali

Dok. Istimewa

SURABAYA – Berita Patroli

Banyaknya pengerjaan pekerjaan yang namanya pemasangan pendistrian dengan saluran (lebar pendistrian >3 m), agar adanya pencegahan banjir dikota Surabaya.

Namun, sangat disayangkan sebuah angan-angan dari masyarakat berharap dari pihak Eri Cahyadi selaku Walikota Surabaya terkesan belum pernah sama sekali.

Untuk sidak sebuah pengerjaan yang dikerjakan malam hari, sebab pekerjaan proyek yang dikerjakan pada malam hari, seperti pekerjaannya maling.

Dok. Istimewa

Apalagi, di dalam pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh pihak PT. JAYA ETIKA BETON yang lokasinya baik. Di jalan Kartini, Jalan Kedung Doro, dan Jalan embong Malang.

Perlunya peninjauan dari pihak Walikota Surabaya,sebab agar adanya pengawasan lebih ketat dari kinerja pekerjaan projek yang di menangkan oleh pihak PT tersebut.

Pekerjaan pemasangan pendistrian dengan saluran (lebar pendistrian >3 m) ternyata pekerjaan 1 paket. Antara lain Jalan Kartini, Jalan Kedung Doro dan Jalan Embong Malang.

Diantara salah satunya pernah di publikasikan oleh pihak media online, https://beritapatroli.co.id/2024/07/01/pengerjaan-pt-jaya-etika-beton-merobohkan-pagar-tembok-kurangnya-profesional-pelaksanaanya/ dari pihak Pemenang Berkontrak.

Dok. Istimewa

Nama Tender Pembangunan Pedestrian dengan Saluran (Lebar Pedestrian > 3 m) (JL. KEDUNGDORO SISI TIMUR S/D JL. EMBONG MALANG, JL. KARTINI)

Jenis Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
K/L/PD/Instansi
Lainnya Kota Surabaya
Satuan Kerja Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga
Pagu Rp. 18.223.599.999,00
HPS Rp. 18.213.767.000,00
Nama Pemenang Alamat NPWP Harga Penawaran Harga Terkoreksi Harga Negosiasi
PT,JAYA ETIKA BETON Jl.Ketintang Baru Selatan VII/6 Surabaya – Surabaya (Kota) – Jawa Timur 71.214.140.7-609.000
Rp. 16.087.425.018,59
Rp. 16.087.425.018,59

Oleh sebab itu, dari mulai kejadian kasus robohnya pagar rumah warga pojok jl Kartini. Pekerja nampak abaikan APD, tanah tanpa langsung diangkut dan elevasi semakin naik serta diduga direkit & papan proyek tidak terlihat dilokasi proyek tersebut.

Sudah menjadi rasa tanggung-jawab Walikota Surabaya, segera memberikan sangsi administrasi terhadap Kontraktor, Pelaksana, Pengawas dan PPK selama pengerjaan projek tersebut masih dalam pengerjaannya.

Menurut informasi yang dikutip dari media online Berita Patroli, terkait pengakuan seorang dari salah satu warga yang pagar rumahnya roboh saat itu, mengatakan “Robohnya pager rumah ini karena keinginan tanah memakai alat berat gunabangun saluran air ini,” ujar wanita paruh baya yang mengaku bernama Ratna selaku Asisten rumah tangga yang tinggal di rumah Jl Kartini.

Juragan saya tidak ada dirumah sedang pergi ke luar negeri, tetapi dia sudah mengetahui masalah ini, tetapi sampai sekarang ini tidak ada upaya baik dari kontraktor pelaksana maupun dari Pemkot Surabaya untuk menemuinya , ”imbuh Ratna kepada Wartawan, Rabu (24/7/2024).

Dok. Istimewa

Lebih lanjut Ratna mengungkapkan robohnya pintu pagar miliknya sudah satu bulan lebih. Namun kini tak kunjung datang perbaikan, baik dari Dinas terkait maupun dari pelaksana kontraktor, dan ‘terkesan’ lepas tanggung jawab.salah satu kejadian yang menimpah pagar rumah dijalan.Kartini, hingga saat masih terngangah pagar rumah roboh tersebut.

Beda waktu beda tempa (lokasi, red) projek pemasangan pendistrian yang dijalan.Kedung Doro,sempat dicermati terkait cara metode kerja penggalian & pemasangan box caulvert,oleh pihak salah satu tokoh masyarakat di wilayah RW.Kedung Rukem,berinisial WI.mengatakan ” pekerja tidak memakai APD, tidak memakai pengaman projek, ujarnya (sumber berinisial WI, red) lagi.

Galian tanah harus dibuang keluar proyek, ungkap salah satu tokoh masyarakat berparas bertubuh kecil tinggi saat itu. Karena jika tidak tibuang akan mengganggu aktivitas warga dan galian tanah akan masuk dan menyumbat saluran yang baru dipasang, Pungkasnya.

Lebih lanjut masih dengan sumber berinisial WI, yang ternyata berlatar belakang mantan seorang kontraktor swastaan, terkait cara metode kerja projek tersebut,yang kebetulan mamangkas wilayahnya, menegaskan “Sedangkan elevasi saluran disini mengalami kenaikan, ungkap mantan kontraktor swastaan tadi,evaluasi buat pejabat dinas untuk mengkaji pelaksanaan pembangunan tersebut, Kontraktor dan pengawas bertanggung jawab penuh atas pembangunan tersebut.

Ujar dia (tokoh masyarakat, red) tadi, Dan pihak dinas harus bisa menindak tegas. Tidak boleh ikut bermain-main. Lihat saja mutu beton perlu ditanyakan, dan perlu diambil untuk dilakukan pengujian laboratorium mengenai mutu beton, jika anggaran proyek tersebut bisa cair, besar kemungkinan pihak Dinas terlibat, “Tegas sumber salah satu tokoh masyarakat berinisial WI saat itu, ditemui karena dilokasi projek tersebut.

(BJP)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in BREAKING NEWS

To Top