BREAKING NEWS
Penimbunan Beras Sembako akan Ditindak Tegas Polres Bojonegoro

Dok. Istimewa
BOJONEGORO – Berita Patroli – Polres Bojonegoro akan menindak tegas terhadap penimbun sembako terutama beras di wilayah hukumnya. Apalagi, satu bulan terakhir harga beras masih tinggi.
Kabag Ops Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro Kompol Budi Santoso mengatakan, untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah hukumnya, pihaknya menyiapkan tim khusus satuan tugas (Satgas) Pangan.
“Polres Bojonegoro memiliki satgas pangan unit gabungan dengan Pemkab Bojonegoro,” ujarnya, Rabu (28/2/2024).
Tim satgas pangan itu, kata dia, akan melakukan operasi untuk mengungkap penimbunan sembako, terutama beras. Namun, hingga saat ini pihaknya mengaku belum mengidentifikasi dugaan adanya penimbunan.
“Saat ini belum ada indikasi penimbunan beras. Jika ditemukan, penimbun sembako itu akan ditindak tegas,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan Pemkab Bojonegoro terutama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) agar melibatkan pihak kepolisian jika melakukan kegiatan operasi pasar.
“Ini untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Termasuk backup pengamanan jika diperlukan saat musim panen raya tiba,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, stok beras di Kabupaten Bojonegoro sendiri masih menumpuk di gudang Bulog maupun di mitra Bulog. Sedikitnya, stok yang dimiliki Bulog itu bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Juni 2024.
Stok beras di gudang Bulog Bojonegoro sekitar 2.000 ton. Jumlah itu ditambah lagi target penyerapan beras bulan Februari ini sebanyak 1.500 ton. Belum lagi, pada saat musim panen pertama Bulog Bojonegoro menarget serapan beras sebanyak 5.000 sampai 6.000 ton.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja mengatakan, stok beras di gudang sangat cukup untuk kebutuhan masyarakat. Termasuk untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun bantuan pangan.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk penyediaan beras di pasar murah dan tradisional yang bekerjasama dengan dinas perdagangan maupun ketahanan pangan,” ujarnya, Sabtu (24/2/2024).
(Red)















You must be logged in to post a comment Login