Hukum dan Kriminal
Seorang Guru Ngaji Di Bandung Cabuli 12 Anak Dibawah Umur Secara Bergantian, Hingga Ada Yang Dinikahi Karena Hamil

(Ilustrasi tindak pencabulan anak). 12 anak di Bandung dicabuli guru ngaji hingga ada yang diajak nikah.
Bandung – Berita Patroli – 12 anak di Bandung dicabuli guru ngaji hingga ada yang diajak nikah karena hamil. Sosok guru bejat tersebut diketahui berinisial AR yang merupakan seorang guru ngaji di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
AR tega lakukan aksi bejatnya kepada 12 anak di bawah umur yang merupakan siswa didiknya. AR sempat dinikahkan oleh pengurus RW setempat dengan korban berusia 14 tahun yang kondisinya hamil.
Kepala desa setempat, Supriatna, menjelaskan pada Jumat (19/5/2023) sekitar pukul 17.00 ia dihubungi oleh ketua RW setempat.
“Ada kejadian, sementara bukan pencabulan, tapi penghamilan terhadap satu murid di salah satu pengajian,” kata Supriatna, saat ditemui di Kantornya, Rabu (24/5/2023).
Supriatna memaparkan, selang setengah jam, ketua RW menghubunginya kembali dan mengatakan orang tua korban tak terima kalau korban dinikahkan dengan pelaku.
“Tolong, katanya, Pak Kades untuk datang ke TKP. Pas saya datang ke sana, sudah banyak kerumunan masa. Ada masyarakat, tokoh masyarakat, orang tua korban, dan para korban anak-anak,” kata Supriatna.
Ia mengatakan di lokasi ada beberapa ibu yang mengatakan anaknya juga menjadi korban kekerasan seksul yang dilakukan AR.
“Bahkan bukan hanya satu orang, melainkan kurang lebih ada 11 orang, karena 1 orang lagi sudah pindah rumah,” tuturnya.
Menurut Supriatna, usia korban rata-rata mulai dari 6 tahun sampai 14 tahun. “Yang hamil itu yang usia 14 tahun, kemudian sempat dinikahkan dengan pelaku,” katanya.
Ia mengatakan saat itu massa sempat marah dan menghajar pelaku AR.
“Pas Kapolsek datang, pelaku langsung dibawa diamankan, untuk mengindari amukan dari warga. Setelah itu warga bubar, terus perwakilan dari korban mendatangi Polsek,” ujar dia.
Keesokan harinya, Supariatna mengatakan melapor ke Polresta Bandung bersama enam korban. Lalu menyusul pihak Kemensos yang datang ke lokasi TKP.
“Mereka melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada para korban. Kemudian Kemensos meminta korban, untuk kembali ke Polresta Bandung untuk melaporkan,” tuturnya.
Supriatna membenarkan, terduga pelaku merupakan guru ngaji.
“Pelaku sudah mengajar sekitar 5 sampai 6 tahunan di sini. Kegiatannya menjadi guru ngaji dan Panwas Desa,” katanya.
Supriatna mengatakan, terduga pelaku melakukan aksinya di rumahnya, bahkan rumah itu katanya dibuatkan oleh pak RW.
“Mungkin supaya guru ngajinya tentram, karena tidak ada rumah, dibikinkan sama pak RW,” katanya.
Pihak desa saat ini, kata dia, akan terus mendampingi para korban, seperti sebelumnya turut membantu membuat laporan ke polisi.
“Kami juga bersama kecamatan, hingga Kemensos, otomatis melakukan pendampingan pemulihan psikologi bagi korban,” katanya. (Red)
