Berita Nasional
Polisi Ngaku Dimutasi Usai Bongkar Kasus Korupsi, Mabes Polri Langsung Ambil Tindakan, Tegas dan Serius!
Jakarta, Berita Patroli – Polisi bernama Aipda Aksan viral di media sosial karena mengaku dimutasi setelah membongkar kasus korupsi.
Terkait hal tersebut, Mabes Polri langsung melakukan penyelidikan terhadap polisi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan tersebut.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana mengatakan Mabes Polri saat ini sedang melakukan pemeriksaan.
Adapun Komang menyebut Mabes Polri turut memeriksa sejumlah Mapolres terkait pernyataan Aipda Aksan tersebut.
Beberapa Mapolres itu di antaranya, Polres Palopo, Luwu, dan Polres Tana Toraja, tempat Aipda Aksan saat ini bertugas.
Sebelumnya, aksi Aipda Aksan menyampaikan curahan hatinya sempat viral di media sosial.
Dia menyebut institusi Polri sebagai sarang mafia hingga untuk menjadi polisi pun harus membayar.
Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, ia menyampaikan surat terbuka kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Bhabinkamtibmas Polsek Bonggakaradeng tersebut mengungkapkan pengalaman yang ia alami selama bertugas.
Selain menyebut adanya dugaan mafia di tubuh Polri, ia juga mengaku disudutkan usai membongkar kasus dugaan korupsi di Polres Palopo.
Dia mengaku dimutasi karena membongkar perbuatan Kapolres Palopo saat itu, AKBP Alfian Nurnas, yakni korupsi kendaraan dinas Polres Palopo, BBM, dan sebagainya.
Kemudian, Aipda Aksan juga mengatakan bahwa beberapa pimpinan di kepolisian justru mengajari bawahannya ke jalan yang tidak benar.
Misalnya, memangkas DIPA dan uang BBM serta uang makan dan lain sebagainya.
Aipda Aksan juga menyebut Polri makin tidak karuan karena rekrutmennya sudah tidak bagus sejak awal
Pasalnya, untuk masuk Polri, pindah tugas, hingga mau jadi perwira juga harus membayar.
Dia pun meminta kepada Kapolri untuk membersihkan institusi dari mafia-mafia yang masih bersarang di tubuh Polri.
Sementara itu, Komang menyebut Aipda Aksan telah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda terkait pelanggaran Disiplin dan/atau Kode Etik Profesi Polri.
Kemudian Aipda Aksan juga telah membuat video klarifikasi dan permintaan maaf.
Dia mengaku tidak berniat untuk menyebarkan video tersebut dan hanya ingin mengirimkan ke temannya.(red)















You must be logged in to post a comment Login