Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Hukum dan Kriminal

Cinta, Janji, dan Dendam, Satreskrim Polres Gresik Ungkap Fakta Pembunuhan Sadis Driver Ojol

SR, tersangka kasus pembunuhan driver ojek Online di Gresik.

SR, tersangka kasus pembunuhan driver ojek Online di Gresik.

Berita Patroli – Gresik

Apresiasi layak diberikan kepada Satreskrim Polres Gresik atas gerak cepat dan keseriusan mereka dalam mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan pengemudi ojek online (ojol). Hanya dalam waktu singkat, pelaku berhasil diringkus.

Korban adalah SAC (30), warga Pecantingan, Sekardangan, Sidoarjo. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terbungkus kardus dan plastik hitam di semak-semak wilayah Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengonfirmasi, pelaku bernama Syah Rama alias SR (36), warga asal Sidoarjo yang tinggal di kawasan Menganti, Gresik. Pelaku ditangkap di kontrakannya di Dusun Bibis, Desa Menganti, Minggu malam (28/7).

“Pelaku kami amankan di rumah kontrakannya. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa korban dan pelaku telah saling mengenal sejak 2021 karena profesi yang sama,” ujar Rovan dalam keterangan resmi, Senin (29/7).

Namun, hubungan keduanya memburuk pada 2023 setelah korban menjanjikan bisa membantu pelaku masuk sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan syarat memberikan uang sebesar Rp5 juta. Harapan itu kemudian menjadi beban, terutama karena kondisi ekonomi SR yang terjepit dan sang istri tengah hamil.

Setelah berulang kali menagih uangnya namun hanya mendapat jawaban “besok”, frustrasi pelaku pun memuncak. Ia menyusun rencana pembunuhan dengan memancing korban ke tempat usahanya, sebuah toko fotokopi di Perum Griya Bhayangkara Permai, Dusun Jedong, Desa Urangagung, Sidoarjo.

Pada Sabtu sore (26/7) pukul 16.45 WIB, korban datang sesuai janji. Ia langsung diajak ke ruang kerja, tempat pelaku melancarkan aksinya. Tanpa banyak bicara, SR memukul kepala korban dari belakang menggunakan alat pemotong kertas.

“Korban sempat melawan, tapi pelaku terus menghantam hingga korban tak berdaya dan meninggal dunia,” jelas Rovan.

Setelah membunuh, pelaku membungkus tubuh korban dengan plastik dan kardus, lalu membuangnya ke semak-semak di Kedamean, Gresik. Pihak keluarga mulai khawatir ketika SAC tak kunjung pulang hingga malam. Mereka mencoba menghubunginya sejak pukul 22.00 WIB, namun tak mendapat jawaban.

Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat benturan benda tumpul di kepala. Terdapat delapan luka robek di kepala dengan ukuran antara 2 hingga 6,5 cm, serta memar hebat dari puncak hingga bagian belakang kepala. Bagian dada dan punggung juga menunjukkan tanda lebam keunguan.

Petugas menemukan lakban hitam sepanjang 10 cm di rongga mulut korban, serta memar di bibir bagian dalam, lecet di leher, dan memar di tangan diduga akibat upaya perlawanan. Dari pemeriksaan luar, tubuh korban menunjukkan kaku mayat namun belum ada tanda pembusukan.

“Ditemukan juga cairan putih dan robekan lama di selaput darah korban. Namun belum ada bukti kekerasan seksual baru,” terang Rovan. Sampel cairan itu telah dikirim ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polres Gresik menyatakan penyidikan masih berjalan untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang terlibat atau motif tambahan di balik kasus ini.

(Tomy, Arinta, Saipul, Solihin)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Hukum dan Kriminal

To Top