BREAKING NEWS
Nyaris Tipu Warga Surabaya, Telusuri Jejak Pria Ngaku WN Malaysia

Alifa yang Mengaku nyaris jadi korban penipuan
SURABAYA – Berita Patroli – Dua pria itu diduga sempat berupaya menipunya dengan modus tanya lokasi pameran dan mengaku berasal dari Malaysia. Alifa yang sudah curiga sejak awal tidak sampai tertipu.
“Hati-hati daerah Surabaya sekitarnya, lagi banyak orang gila yang merencanakan keburukan buat mencelakai kita :-)” demikian keterangan video yang dia unggah.
Alifa mengunggah video itu dengan fitur Stitch atau menggabungnya dengan video lain berisi curhatan serupa yang pernah disampaikan akun TikTok ratuvashti pada Oktober 2022.
Bila ratuvashti menyampaikan apa yang dialami terjadi di Plaza Indonesia, Alifa mengaku mengalami modus serupa di Tunjungan Plaza (TP) Surabaya.
“Waktu aku lagi jalan, dua orang ini ngobrol. Yang satu pakai kemeja abstrak corak coklat. Terus satunya bawa tas ransel dan pakai masker. Kemudian yang pakai masker ini jalan di sampingku lalu milih-milih masker,” ungkap Alifa kepada wartawan, Kamis (31/8/2023).
Alifa awalnya mengira bahwa dua pria itu sama-sama pembeli di tempat itu. Tidak lama kemudian pria yang dia maksud memakai kemeja warna coklat terlihat memberikan kode kepada temannya.
“Yang pakai kemeja coklat nyamperin aku. ‘Halo mbak, permisi mau tanya. Saya mau tanya di sini ada pameran lukisan nggak ya?” ujar Alifa menirukan pertanyaan pria itu.
Karena Alifa memang tidak tahu soal pameran lukisan itu menyarankan pria itu agar bertanya langsung ke petugas keamanan.
“Maaf pak saya nggak tahu di sini ada pameran lukisan apa nggak. Kemudian bapak itu tetap maksa, tetep kekeh, sambil bilang ‘saya bukan orang asli sini, saya orang Malaysia’,” kata Alifa.
Alifa mulai merasa curiga kepada dua orang itu. Awalnya mereka bertanya dengan logat orang Surabaya tiba-tiba berubah dengan logat melayu.
“Awalnya panggil aku mbak dan nggak ada logat melayunya sama sekali lalu manggil aku dengan sebut Mak Cik. ‘Boleh bantu nggak Mak Cik, tanyakan ke orang sekitar kira-kira di sini ada pameran lukisan di mana?'” Kata Alifa.
Saran Alifa agar pria itu bertanya ke satpam dijawab dengan alasan bahwa pria itu sudah 2 kali bertanya ke satpam tapi tidak digubris.
“Saya sudah tanya satpam dua kali tapi nggak digubris. Mungkin kemampuan bahasa saya yang kurang cakap,’ gitu katanya,” ujar Alifa menirukan alasan pria itu.
Saat Alifa bergegas menghampiri security itu untuk menanyakan tentang pameran lukisan yang ditanyakan Pria Malaysia itu, tiba-tiba saja kedua pria itu nyelonong pergi.
“Tidak lama bapak yang pakai masker ini nyelonong pergi. Udah nggak tahu ke mana. Terus bapak yang pakai kemeja coklat abstrak bilang, ‘mbak ya udah terima kasih’, terus nyelonong nggak jelas juga,” kata Alifa.
Alifa menyebutkan bahwa kedua pria itu memiliki postur tubuh sedang dengan tinggi badan kurang lebih 160 cm. Dia juga mengaku ingat ciri-ciri wajah dan pakaiannya.
“Yang satu matanya agak sipit, tapi kulitanya kuning langsat. Bajunya kalau nggak salah polo warna putih lalu yang satu kayak orang Jawa, sawo matang, pakai masker, kemeja warna coklat corak abstrak,” kata Alifa.
Dia merasa beruntung sebelum mengalami itu dia sempat melihat video viral di media sosial yang menyebutkan modus mirip di Jakarta. Sehingga dia lebih waspada.
“Udah beberapa bulan lalu aku lihat di video yang aku stitch juga, itu niatnya sih, kalau aku lihat dari komentar orang-orang sama korbannya niatnya mau hipnotis,” ujarnya.
(Red)
