JATIM
Penyelundupan Sabu 5,36 gram kedalam Rutan Digagalkan Polres Ponorogo

Penyelundupan 5.36 Gram Sabu Bermodus Lempar ke Rutan Kelas IIB Ponorogo Digagalkan
PONOROGO, Berita Patroli – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ponorogo berhasil menggagalkan pengiriman sabu-sabu ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Ponorogo. Petugas kepolisian pun berhasil menangkap pelaku yang berinisial CRS (28), yang hendak melemparkan barang haram tersebut dari luar rutan.
Selain pelaku CRS, polisi juga menangkap pelaku lainnya yang berinisial DN (35) yang akan menerima barang itu ketika sudah berada di dalam rutan. Barang bukti sabu-sabu seberat 5,36 gram yang rencananya dilemparkan ke dalam rutan, juga berhasil diamankan oleh Satresnarkoba Polres Ponorogo.
“Barang bukti sabu-sabu seberat 5,36 gram yang berhasil diamankan petugas itu, sedianya akan diselundupkan dengan dilempar ke dalam Rutan,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Wimboko, Selasa (27/06/2023).
Pengungkapan kasus ini berawal saat petugas mencurigai ada seseorang yang mendekati rutan kelas IIB Ponorogo. Dengan gerak-gerik yang mencurigakan, petugas kepolisian langsung menangkap pelaku.
Dari tangan pelaku yang berinisial CRS itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 5,36 gram. Di mana narkoba itu sedianya akan dilemparkan ke dalam rutan.
Dengan penangkapan pelaku CRS ini, petugas Satresnarkoba pun melakukan pengembangan. Berkat kerjasama dengan kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, polisi akhirnya menangkap pelaku lainnya yang bernama DN yang berada di dalam rutan.
“Pelaku DN ini dalam rutan, yang memesan barang sabu-sabu itu. Kebetulan mereka (pelaku CRS dan DN-red) berteman saat CRS masuk penjara dalam kasus penggelapan,” katanya.
Polres Ponorogo bersama dengan Rutan Kelas IIB Ponorogo pun berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Ponorogo, khususnya di dalam rutan.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, polisi menjerat kedua pelaku dengan Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, yakni pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1). Dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Tak sampai disitu, pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak 10 miliar.
“Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” pungkasnya.
(Red)
