Connect with us

Berita Patroli

Berita Nasional

Erick Thohir Minta Masyarakat Untuk Waspada, Regulasi BBM Baru Akan Diberlakukan

Jakarta, Berita Patroli – Tepat pada 3 Januari lalu Pertamina menurunkan harga pertamax dari Rp13.900,- menjadi Rp12.800,- per liter. Dinyatakan penyesuaian harga pertamax dimaksud bergantung kepada pergerakan harga minyak dunia, meskipun demikian Menteri BUMN Erick Thohir meminta masyarakat untuk waspada karena tidak menutup kemungkinan harga pertamax bisa Kembali naik.

foto. Istimewa

BPH Migas menjelaskan, isu yang ramai berkembang soal pengisian BBM bersubsidi tak bisa lagi berpindah-pindah SPBU, demikian salaseorang anggota BPH Migas Saleh Abdurrahman menjelaskan, bagi para pembeli (konsumen) BBM bersubsidi akan diberi jatah. Jika jatahnya habis, maka konsumen tidak lagi bisa membeli BBM bersubsidi di SPBU tersebut bahkan di SPBU mana pun.

Menurut Saleh Abdurrahman, hal dimaksudkan sebagai langkah guna memperketat pembelian BBM bersubsidi, secara integrasi SPBU yang menggunakan sistem teknologi informasi IT yang dilakukan PT Pertamina merupakan aplikasi MyPertamina supaya pendaftar BBM subsidi tepat sasaran bersadarkan kuota.

Saleh juga menyebutkan, bahwa BBM subsidi jenis Solar terdiri dari tiga elemen yang harus diketahui. Pertama, kuotanya ditentukan oleh DPR dan pemerintah. Kedua, harganya sudah dipatok oleh pemerintah. Ketiga, konsumennya juga sudah ditetapkan.

“Karena kuotanya terbatas, konsumennya diatur, maka kita harus memikirkan agar subsidinya Solar ini betul-betul diterima oleh penerima yang berhak,” tandasnya.

Aturan mainnya, jika saat ini untuk solar bersubsidi berdasarkan volume untuk transportasi darat, kendaraan pribadi pelat hitam maksimal 60 liter per hari maka tidak dapat lebih. Sementara dikatakan jatah untuk angkutan umum orang atau barang roda 4 sebanyak 80 liter per hari, lalu angkutan umum roda 6 sebanyak 200 liter per hari.

“Karena kuota terbatas itu kami menerbitkan regulasi yang mengatur berapa konsumen itu bisa gunakan solar setiap hari. Kendaraan pribadi itu misalnya bisa konsumsi 60 liter per hari. kalau penumpang atau barang 80 per liter kalau roda 6 ke atas 200 liter per hari,” tegas Saleh.

Sementara pada hari Rabu (11/1/2023) diberitakan, kebakaran yang terjadi di sumur WBD-7 Wilayah Kerja (WK) Jabung di Rig Bohai-85 Jambi yang dioperatori PetroChina International Jabung Ltd, hingga saat ini Tim Inspektur Migas masih terus melakukan investigasi dan mencari data sesuai fakta penyebab kebakaran tersebut.

Insiden Kebakaran Sumur Migas

Kementerian ESDM langsung menerjunkan Inspektur Migas ke lokasi kejadian kebakaran Rig Bohai-85 di sumur WBD-7 Wilayah Kerja PetroChina International Jabung Ltd. Saat ini, Tim Inspektur Migas masih terus melakukan investigasi untuk mencari fakta dan penyebab kejadian tersebut.

Kepada Wartawan Berita Patroli melalui Whatsapp Kamis (12/1/2023) petang, tanpa merinci kapan persisnya terjadinya insiden kebakaran tersebut Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Dr. MIRZA MAHENDRA, S.T., M.T., M.M., menyatakan, hasil investigasi awal bahwa kejadian kebakaran diawali saat asisten elektrik menyalakan power shale shaker, kemudian terjadi percikan api yang mengenai lapisan minyak diatas tangki lumpur sehingga terjadi kebakaran. Kemudian telah diambil tindakan pemadaman api menggunakan fire pump, dan sumur di shut-in sementara. Kebakaran berhasil dipadamkan oleh tim firefighting dalam waktu 15 menit.

Terdapat 2 orang korban luka bakar (telah dilakukan penanganan medis di rumah sakit) dan 1 orang korban dengan luka ringan sudah diperbolehkan kembali pulang pada tanggal 10 Januari lalu. Hingga investigasi masih terus berlanjut dan akan dilaporkan secara lengkap setelah investigasi selesai, tegas Mirza.

Diberitakan melalui laman migas.esdm.go.id dalam peristiwa tersebut, terdapat dua orang korban luka bakar yang telah dilakukan penanganan medis di rumah sakit dan satu orang korban dengan luka ringan sudah diperbolehkan kembali pulang pada Selasa (10/1).

Dari laman migas.esdm.go.id diketahui, kebakaran Rig Bohai-85 di sumur WBD-7 WK Jabung di Jambi terjadi pada Senin (9/1). Dalam keterangannya Mirza melanjutkan, investigasi oleh Tim Inspektur Migas yang ke lokasi sejak Selasa (10/1), masih berlanjut dan akan dilaporkan secara lengkap setelah pemeriksaan selesai seluruhnya. Hingga saat ini, kegiatan produksi migas di WK Jabung masih berlangsung normal, sembari dilakukan investigasi.

Sebelumnya, dalam siaran pers pada Senin (12/12/2022) lalu, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Teknik Lingkungan Migas telah menggelar program Management Walkthrough (MWT).

Mirza juga mengatakan”MWT merupakan upaya ‘jemput bola’ Ditjen Migas untuk mengetahui kondisi riil bagi pekerja di lapangan yang perlu dibantu atau didukung. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan migas beroperasi secara aman, andal, dan tidak ada gangguan yang dapat memengaruhi produksi migas,” kata Mirza menegaskan. (TeddY)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Nasional

To Top