Berita Nasional
Anggota Satnarkoba Polres Boyolali Diperiksa Propam Polda Jateng. Begini Ceritanya
Surabaya, Berita Patroli – Proses hukum tersangka narkoba Dimas Satria Nanggala yang ditangkap anggota Satnarkoba Polres Boyolali, 15 Pebruari 2022), tidak berjalan mulus.
Keluarganya tak terima penangkapan itu, serta menuding Dimas dijebak atau ada rekayasa dalam penangkapan.
Keluarga tersangka lalu mengadukan masalah tersebut ke Propam Polda jateng.
Atas Pengaduan dari orang tua Dimas itu, sejumlah anggota Satnarkoba Polres Boyolali petugas propam Polda Jateng.
Kapolres Boyolali, AKBP Asep Mauludin melalui Wakapolres Kompol Eko Kurniawan tak membantah adanya Pengaduan keluarga tersangka
“Atas tudingan pihak keluarga tersangka bahwa Dimas dijebak atau ada rekayasa dalam penangkapan, permasalahan ini sudah ditangani Propam Polda Jateng ,” jelas Eko Kurniawan, Sabtu (14/5/2022).
Hasilnya pemeriksaannya masih dalam pendalaman Bid Propam Polda jateng .
Pihaknya berharap semua pihak menghormati proses dan menunggu hasilnya.
“Yang jelas apa yang diadukan keluarga tersangka sudah Propam dengan memeriksa anggota Satnarkoba yang melakukan penangkapan,” papar Wakapolres.
Dia mengungkapkan, Dimas ditangkap tim Satnarkoba Polres Boyolali pada 15 Februari 2022, sekitar pukul 19.35 WIB.
Lokasi penangkapan di pinggir jalan Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali.
Dimas ditangkap petugas setelah mengambil bungkusan berisi serbuk yang diduga sabu-sabu yang diletakkan di sebuah pohon.
Petugas lalu menggiring Dimas ke Mapolres Boyolali untuk dipemeriksa lebih lanjut.
Eko Kurniawan mengemukakan, kasus penyalahgunaan narkoba ini sudah selesai dalam tahap penyidikan yakni tersangka dan barang bukti telah dilimpahkan ke Kejari Boyolali.
Selanjutnya perkara ini disidangkan di Pengadilan Negeri Boyolali.
“Persidangan itu nantinya membuktikan Dimas bersalah atau tidak. Maka kami selaku pimpinan Polres Boyolali meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tandasnya.
Orang tua Dimas, Puji Astuti didampingi kuasa hukumnya FA Alexander GS, Kamis (12/5/2022) menceritakan, penangkapan anaknya ada banyak kejanggalan.
Puji menduga, Dimas dijebak temannya bernama Andi yang memiliki bisnis jual beli handphone.
Beberapa kali Andi menjual ponsel kepada Dimas.
Kali terakhir, Andi minta uang muka sekitar Rp 300.000. Dimas menyanggupi dan mentransfer uangnya.
Namun Andi membatalkan penjualan handphone dan uang Dimas akan dikembalikan. Mereka janjian bertemu di dekat Bandara Adi Soemarmo.
Kemudian Dimas mendatangi lokasi sesuai isi pesan Whatsapp dari Andi, namun Andi tidak ada di lokasi.
Begitu dihubungi, Andi memberitahu bahwa uang yang dikembalikan berada di dalam kardus bekas bungkus minyak oles.
Kardus itu diletakkan di sebuah pohon talok.
Andi jua mengirimi foto bungkusan itu kepada Dimas.Begitu dapat kiriman foto, Dimas langsung ke pohon sesuai petunjuk.Dimas mengambil bungkusan tersebut, lalu membukanya.Ternyata di dalamnya bukan uang tetapi serbuk, katanya sabu.Bungkusan langsung dibuang Dimas, tapi saat itu anggota Satnarkoba Polres Boyolali menangkap Dimas.**
