JATIM
Waspada Jalur Tengkorak Sukorejo, Ditlantas Polda Jatim Tetapkan Titik Hitam dan Zona Rawan Bencana di Trenggalek

AKP Sony Suhartanto, Kasatlantas Polres Trenggalek, menegaskan peringatan keras kepada pengguna jalan.
Jalur Trenggalek–Ponorogo KM 15–18 Desa Nglinggis masuk zona rawan banjir dan longsor, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
“Keselamatan bukan sekadar patuh rambu, tapi juga membaca ancaman alam. Jangan memaksakan diri melintas saat kondisi tidak aman, satu kelalaian bisa berujung fatal,” tegas AKP Sony.
Polisi tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi berpacu dengan waktu untuk mencegah jatuhnya korban. Waspada, kurangi kecepatan, dan utamakan nyawa. Jalan raya bukan arena uji nyali.
BERITA PATROLI – TRENGGALEK
Ruas jalan raya Gandusari–Kampak, tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, resmi dicap sebagai blackspot atau “jalur tengkorak”. Label ini bukan isapan jempol, melainkan hasil pemetaan Ditlantas Polda Jawa Timur menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas serius yang berulang kali terjadi di lokasi tersebut.
Status jalur tengkorak menandakan satu hal, setiap kelalaian di titik ini bisa berujung maut. Pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan, menekan kecepatan, dan tidak menantang risiko di jalur yang sudah terbukti memakan korban.
Tak hanya itu, Simpang Tiga Jarakan di Desa Karangsoko juga masuk radar sebagai troublespot. Aktivitas pasar tradisional yang menempel langsung dengan jalur utama menjadikan kawasan ini langganan kemacetan, terutama di jam sibuk. Minimnya disiplin dan tingginya volume kendaraan membuat simpang ini rawan chaos jika tak dikendalikan dengan serius.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Ditlantas Polda Jatim yang melakukan pemetaan lapangan langsung di Kabupaten Trenggalek, Rabu (28/01/2026). Tim dipimpin Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro, Analis Kebijakan Pertama Subditkamsel Ditlantas Polda Jatim, guna mengevaluasi kondisi riil sarana dan prasarana jalan.
“Kami tidak hanya memetakan di atas kertas. Kehadiran di lapangan memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan benar-benar berjalan dan tidak setengah-setengah,” tegas Kompol Danu.
Ia menekankan bahwa keselamatan lalu lintas tidak bisa bergantung pada imbauan semata, melainkan harus ditopang fasilitas jalan yang memadai dan kesiapsiagaan personel yang konsisten.
Ancaman di Trenggalek tak berhenti pada kecelakaan lalu lintas. Jalur Trenggalek–Ponorogo KM 15–18, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, dipastikan sebagai zona rawan banjir dan tanah longsor.
Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Sony Suhartanto mengingatkan bahwa cuaca ekstrem yang tak menentu memperbesar potensi bencana di jalur tersebut.
“Pengendara jangan hanya fokus pada aturan lalu lintas. Di jalur ini, kewaspadaan terhadap alam sama pentingnya. Salah hitung bisa berakibat fatal,” ujarnya.
Merespons kondisi tersebut, Satlantas Polres Trenggalek menyiapkan langkah mitigasi tegas dan terukur. Mulai dari edukasi masif, pemasangan spanduk peringatan di blind spot, hingga optimalisasi Mobil Incar untuk pengawasan pelanggaran berbasis digital.
Koordinasi lintas sektor melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) juga terus diperkuat agar penanganan tidak bersifat reaktif, melainkan preventif dan berkelanjutan. Tantangan geografis, aktivitas masyarakat yang padat, serta cuaca ekstrem menuntut kesadaran penuh dari setiap pengguna jalan.















You must be logged in to post a comment Login