JATIM
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Tegaskan Arah Kepemimpinan, Stop Kerja Formalitas, Keamanan Harus Nyata

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan standar tegas kepemimpinannya saat apel pagi perdana di Mapolres Gresik. Keamanan dan ketertiban tidak boleh berhenti di laporan administrasi, tetapi harus dirasakan nyata oleh masyarakat. Polisi hadir untuk melindungi dan melayani, bukan melukai hati rakyat. Kondusivitas lapangan adalah ukuran, soliditas dan integritas adalah kewajiban.
BERITA PATROLI – GRESIK
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution pimpin apel pagi perdana di halaman Mapolres Gresik, Senin (19/1/2026), ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak boleh berhenti sebagai formalitas laporan, tetapi wajib dirasakan nyata oleh masyarakat di lapangan.
Apel perdana tersebut menjadi ajang perkenalan sekaligus penegasan arah kepemimpinan AKBP Ramadhan kepada seluruh jajaran. Apel diikuti Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, seluruh perwira, bintara, serta ASN Polres Gresik.
Dalam arahannya, Kapolres menolak keras budaya kerja yang hanya berorientasi pada administrasi tanpa dampak nyata bagi publik. Ia menuntut seluruh personel bekerja dengan nurani, disiplin, dan tanggung jawab penuh.
“Saya tidak mau Gresik terlihat aman hanya di atas kertas. Kondusivitas harus menjadi fakta di lapangan. Masyarakat harus benar-benar merasa aman, bukan sekadar membaca laporan,” tegas AKBP Ramadhan.
Kapolres juga memerintahkan seluruh anggota untuk solid dan total mendukung kepemimpinan organisasi. Menurutnya, institusi tidak akan kuat jika personel bekerja sendiri-sendiri, apalagi mengedepankan ego sektoral.
“Keberhasilan Polres Gresik hanya bisa dicapai dengan kekompakan. Tidak ada ruang untuk bekerja setengah-setengah,” ujarnya.
Lebih jauh, AKBP Ramadhan mengingatkan keras soal sikap dan etika personel. Ia menegaskan bahwa setiap anggota Polri adalah wajah negara di tengah masyarakat dan tidak boleh bertindak arogan atau melukai rasa keadilan publik.
“Layani masyarakat dengan hati. Jangan sampai kehadiran polisi justru menyakiti hati rakyat. Itu garis merah,” tandasnya.
Kapolres menegaskan Polres Gresik adalah satu kesatuan yang tidak boleh terpecah. Seluruh personel diminta saling mengawasi, saling mengingatkan, dan berani berinovasi untuk memperkuat pelayanan publik, tanpa melanggar aturan dan disiplin.
Menutup arahannya, AKBP Ramadhan mengajak seluruh jajaran menjaga soliditas dan fokus penuh pada stabilitas kamtibmas. Ia menegaskan, ukuran keberhasilan kepemimpinannya hanya satu, ‘keamanan yang benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Gresik’.
“Tujuan kita jelas dan tidak bisa ditawar. Gresik harus aman, tertib, dan kondusif secara nyata. Bukan simbolik, bukan administratif,” pungkasnya.















You must be logged in to post a comment Login