Uncategorized
Jajuk Rendra Kresna, S.E., M.M, Hadiri Acara Sosialisasi yang Bertajuk Memperkuat Pondasi Keluarga Islam Melalui Pendidikan Agama.

Sosialisasi Untuk Memperkuat Pondasi Keluarga Islam Melalui Pendidikan Agama Bertempat Di Hotel Grand Miami Jalan Jatirejo No 1 Dawuhan Kabupaten Kepanjen Yang Di Hadiri Oleh 99 Orang.
Malang – Berita Patroli
Sebuah workshop sosialisasi bertema Memperkuat Pondasi Keluarga Islam Melalui Pendidikan Agama sukses digelar di Grand Miami Hotel, Jalan Jatirejo No.01, Dawuhan, Kepanjen, Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun keluarga yang kuat dan harmonis dengan menanamkan nilai-nilai agama sejak dini.
Workshop ini menghadirkan Dr. H. Fauzan Zenrif, M.Ag, Lektor Kepala Universitas Islam Negeri Malang, sebagai narasumber utama. Selain itu, Jajuk Rendra Kresna, S.E., M.M, yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, hadir sebagai aspirator dan keynote speaker dalam kunjungan kerja sosialisasi serta menyerap aspirasi masyarakat.
Dalam sambutannya saat pembukaan acara, Jajuk Rendra Kresna menekankan pentingnya mempertebal keimanan dalam keluarga sebagai fondasi utama menuju masa depan yang lebih baik. Ia juga menyampaikan harapan agar Indonesia ke depan menjadi negara yang lebih maju dan makmur dengan keluarga-keluarga yang memiliki nilai spiritual yang kuat.
Sementara itu, Dr. H. Fauzan Zenrif, M.Ag menjelaskan bahwa meskipun banyak keluarga di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, ketakwaan kepada Tuhan menjadi kunci utama dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan dengan baik. Ia juga menyoroti bahwa model keluarga besar di Indonesia memiliki peran besar dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Lebih lanjut, Dr. Fauzan Zenrif memaparkan cara-cara efektif dalam pendidikan tauhid dan pengajaran agama dalam keluarga, di antaranya:
1. Mengajak anak untuk berdoa dan beribadah bersama, sehingga mereka terbiasa dengan nilai-nilai keislaman sejak dini.
2. Memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari, agar anak belajar dari perilaku orang tua.
3. Menghindari perilaku negatif di depan anak, seperti bertengkar, yang dapat berdampak buruk pada perkembangan psikologis dan spiritual mereka. Workshop ini mendapat respons positif dari peserta yang hadir. Banyak yang merasa mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana cara memperkuat keimanan dalam keluarga serta menerapkan pendidikan agama secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan sebagai bentuk dukungan bagi keluarga-keluarga di Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan moral yang kuat. ( Hadi, Yuli, Eko, Teguh, Imam, Wafi )
