Connect with us

Berita Patroli

JATIM

Pembunuhan Mahasiswi Ubaya di Pacet begini Kronologinya

Ucapan duka dari keluarga besar Universitas Surabaya (UBAYA)

Surabaya, Berita Patroli  – Kepolisian berhasil menyingkap misteri pembunuhan mahasiwi Universitas Surabaya (Ubaya) yang jasadnya ditemukan dalam koper berbungkus karung di wilayah Pacet-Cangar, Mojokerto.

Korban dibunuh oleh Rochmad Bagus Apriyatna (41) alias Roy. Kini, pelaku sudah ditangkap polisi. Terungkap hasil interogasi polisi terhadap pelaku, bahwa pelaku melakukan hal itu lantaran sakit hati terhadap korban hingga membuatnya gelap mata lalu mencekik korban.

Pelaku disebut-sebut memiliki hubungan asmara dengan korban ini menjerat leher korban di sebuah apartemen kawasan Surabaya Timur. Setelah korban meninggal dunia, pelaku membuang mayat korban bermaksud menghilangkan jejak.

Ucapan duka dari keluarga besar Universitas Surabaya (UBAYA) atas meninggalnya Angeline Nathania.

Di luar dari kronologi kejadian itu, cukup banyak yang bertanya-tanya bagaimana cerita korban bisa mengenal pelaku. Ternyata empat tahun lalu, pelaku pernah menjadi guru ekstrakurikuler musik di sekolah korban.

Sepengetahuan Ana Mariana, ibu korban putrinya dan pelaku tergabung dalam satu grup band, kebetulan posisi anaknya menjadi sang gitaris. Hubungan keduanya diduga semakin akrab sejak tergabung dalam satu grub band tersebut.

Namun ternyata kedua ini bukanlah sepasang kekasih, sebab pelaku sudah memiliki istri dan anak. “Saya gak ada curiga Angeline punya hubungan dekat dengan pelaku. Karena pelaku sudah menikah,” kata Ana.

Peristiwa tragis itu bermula pada 3 Mei lalu, dimana korban pada saat itu pamit keluar rumah menggunakan mobil X-pander warna abu-abu dengan nopol L 1893 FY. Katanya korban hendak mengikuti ujian di kampus. Namun, sejak malam itu korban tak pernah pulang ke rumah hingga keluarga korban memutuskan membuat laporan ke kampus dan kantor polisi dua hari kemudian.

Setelah menerima laporan itu, Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan. Mereka menerima informasi bahwa korban berada di salah satu apartemen di Surabaya.

Kemudian, polisi mendapat petunjuk rekaman CCTV di apartemen tersebut. POlisi lantas mengidentifikasi siapa sosok yang bersama korban di apartemen tersebut. “Saat kami pantau di CCYV itu yang paling terakhir bersama korban adalah guru les music yang diindetifikasi berinisial R,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana.

Selanjutnya, polisi melacak kebaradaan R dan akhirnya berhasil ditemukan di Mojokerto pada tanggal 6 Juni 2023. “Semua terkait dengan mobil apapun identitas korban sudha hilang. Kami mendalami dan meminta keterangan momen terakhir saat yang ebrsangkutan bersama korban,” lanjut Mirzal.

Saat diinterogasi, R dengan mudahnya mengaku telah membunuh korban. Dengan maksud  menghilangkan jejak, R memasukkan jenazah korban dalam koper lalu dibungkus karung dan dibuang di area Gajah Mungkur, Pacet-Cangar, Mojokerto.

Selang 4 minggu kemudian polisi menjemput korban di Malang. Saat itu, posisi jenazah ada di jurang sedalam 20 meter dan sulit dikenali. Jenazah Angeline, Kamis (8/6/2023) malam disemayamkan di Rumah Duka Adi Jasa, Jalan Demak, Surabaya.

Motif pembunuhan ini diketahui karena pelaku ingin meminjam uang korban. Namun oleh korban ditolak. Pelaku nekat diam-diam menggadaikan kendaraan milik korban. Ketika korban marah lalu dibunuh oleh pelaku.

Bambang Sumarjo, sang ayah ketika ditemui matanya terlihat sangat merah. Dia seakan tak percaya rencana satu tahun lagi melihat putrinya berdiri dihadapan banyak orang menjalani proses wisuda atas pemberian gelar sarjana hukum Universitas Ubaya ternyata harus terpaksa pupus. (RED)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in JATIM

To Top