Connect with us

Berita Patroli

Berita Nasional

Komnas HAM Menyebut Sambo ‘Cerdik’, Ferdy Sambo: Lu Ga Tau Siapa Gua Kali Ya

Jakarta, Berita patroli – Berita heboh datang dari Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, terkait tersangka utama kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo. Taufan Damanik mengungkap bahwa Ferdy Sambo bukanlah orang yang bisa dianggap remeh. Sehingga semua pihak perlu hati-hati, terutama para penyidik yang menangani kasus ini. “Tapi orang sekarang ini udah yakin banget tuh bahwa Sambo ini akan… Saya selalu mengatakan, hati-hati. Sambo ini bukan orang sembarangan. Puluhan tahun jadi reserse,” ungkap Taufan dikutip dari VIVA (4/9/2022). Dia bahkan menyebut mantan Kadiv Propam Polri ini adalah bos mafia yang memiliki seribu cara untuk mencari jalan keluar, sehingga berpotensi terbebas dari jeratan hukum. “Sehingga tahu dia caranya mencari jalan keluar, sebagai bos mafia dia tahu,” sambungnya. Dilansir dari VIVA, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik juga membagikan pengalamannya saat memeriksa Ferdy Sambo dalam dugaan pelanggaran HAM.
Taufan menjelaskan, suami Putri Candrawathi ini terlihat tenang selama pemeriksaan. Namun ada kala dia menangis dan bahkan ada kalanya ia masih sempat melemparkan senyuman. “Waktu saya tanyain segala macam ada saat dia nangis, ada saat dia senyum seperti kira-kira bahasa isyaratnya ‘Lu ga tau siapa gua kali ya’. Senyum dia,” kata Taufan. Tak hanya itu, Taufan juga mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo juga tidak terlihat takut atau khawatir saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J, di rumah dinas dan rumah pribadi eks Kadiv Propam tersebut. “Rekonstruksi nyantai aja. Jalan dengan gagahnya ketemu saya ‘Hai Pak’ kan dia sering ke Komnas Ham dulu komunikasi, ‘hai pak, apa kabar?’ Kaya gak ada apa-apa,” pungkas Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.

Lika-liku dan kontroversi dalam perjalanan kasus dugaan pembunuhan berencana yang didalangi Ferdy Sambo terhadap ajudannya Brigadir J, menimbulkan berbagai spekulasi dari berbagai pihak. Baru-baru ini muncul spekulasi baru yang disampaikan oleh ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. Sugeng menduga ada skema sistematis yang dijalankan Irjen Ferdy Sambo agar bisa lolos jerat hukum melalui istrinya, Putri Candrawathi, yang juga merupakan tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Sugeng Teguh Santoso menilai tidak ditahannya Putri Candrawathi justru akan mempermudah Ferdy Sambo menjalankan skema dugaan pelecehan seksual. Sebab upaya tersebut sangat sistematis sehingga Putri bebas melemparkan isu pelecehan seksual. “Upaya melepaskan FS (Ferdy Sambo) dari jerat hukum pembunuhan berencana salah satunya dengan tidak ditahannya PC (Putri Candrawathi),” ujar Teguh seusai dihubungi, Minggu (3/9/2022). Teguh menjelaskan pihaknya mendesak polisi agar segera menahan Putri Candrawathi setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia curiga jika tidak ditahan, Putri Candrawathi bakal membuat narasi dugaan pelecehan seksual Brigadir J.
Share : Padahal, Teguh mengatakan dugaan pelecehan seksual tersebut tidak benar karena penyidikannya telah dihentikan atau SP3. “Putri akan bebas membangun narasi tersebut. Narasi pelecehan yang sudah dinyatakan bohong sejak awal,” jelasnya. Selain itu, Teguh mengatakan Putri Candrawathi kini mendapat dukungan dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan terkait narasi tersebut. Menurutnya, hal tersebut akan sangat bahaya jika kebohongan terus didukung. “Narasi ini didukung Komnas HAM dan Komnas Perempuan yang saya juga mempertanyakan kesimpulan tersebut,” imbuhnya. Teguh mengatakan penahanan terhadap Putri Candrawathi perlu segera dilakukan mengingat pasal yang disangkakan adalah Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan pasal yang disangkakan, Putri Candrawathi terancam hukuman mati, penjara seumur hidup dan atau selama-lamanya 20 tahun.(red)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Nasional

To Top