Budaya dan Sosial
Bupati Pacitan Anugerahkan Piagam Penghargaan kepada Dua Tokoh pada Hari Jadi ke-281

Bupati Indrata Nur Bayu Aji menyerahkan piagam penghargaan kepada dua tokoh berjasa dalam prosesi Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (19/2/2026). Penghargaan diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi almarhum Sudirno, perancang gambar mata uang Republik Indonesia, serta almarhum Kertosemito yang rumahnya pernah menjadi markas gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya menghargai jasa para tokoh daerah sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus mengabdi bagi kemajuan Pacitan.
BERITA PATROLI – PACITAN
Pemerintah Kabupaten Pacitan menggelar prosesi upacara Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan secara khidmat dan sederhana di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis pagi (19/2/2026). Meski bertepatan dengan hari pertama bulan Ramadan, hal itu tidak menyurutkan semangat para peserta yang hadir mengenakan pakaian adat Jawa berwarna hitam.
Upacara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua DPRD Pacitan, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan, para camat, serta kepala daerah dari wilayah sekitar. Dalam sambutannya, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam peringatan hari bersejarah tersebut.
Peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan mengusung tema “Pacitan Bin Rojo Kamulyan” atau Pacitan sebagai Raja Kemakmuran. Tema ini diharapkan menjadi semangat bagi masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang toto tentrem kerto raharjo, sejahtera lahir dan batin. Bupati juga mendoakan seluruh masyarakat yang menjalankan ibadah puasa diberikan kekuatan dan kelancaran hingga akhir Ramadan.
Pada momen tersebut, Bupati Pacitan juga menyerahkan piagam penghargaan kepada dua tokoh yang dinilai berjasa bagi sejarah dan perjuangan bangsa. Penghargaan pertama diberikan kepada almarhum Sudirno, tokoh asal Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, yang dikenal sebagai perancang gambar mata uang kertas Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
Penghargaan kedua diberikan kepada almarhum Kertosemito, tokoh asal Desa Pakisbaru, Kecamatan Nawangan. Rumah almarhum diketahui pernah menjadi markas gerilya Angkatan Perang Republik Indonesia yang dipimpin Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam masa perjuangan melawan penjajah.
Bupati Pacitan menegaskan, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas jasa para tokoh daerah yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan daerah. Ia berharap keteladanan para tokoh tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Selain itu, Bupati juga menyoroti kemajuan sektor pendidikan di Pacitan, khususnya melalui penerapan program integrasi Madrasah Diniyah dengan sekolah formal. Program tersebut mencakup kegiatan mengaji sebagai bagian dari pembelajaran, yang bertujuan membentuk karakter siswa agar memiliki akhlak dan tata krama yang baik di tengah tantangan modernisasi.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus memperkuat sinergi pembangunan. Ia berharap Pacitan dapat terus berkembang menjadi daerah yang maju, damai, dan sejahtera, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara lahir dan batin.
(Teteg)









You must be logged in to post a comment Login