Hukum dan Kriminal
Delapan Hari Bertugas, AKP Adik Agus Putrawan Kasat Narkoba Baru Tanjung Perak Bongkar Peredaran Sabu 31,62 Gram

Baru 8 hari menjabat, AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H. langsung mengirim pesan keras, ‘tidak ada ruang bagi bandar narkoba di Tanjung Perak’. Peredaran sabu 31,62 gram dibongkar, bandar residivis dibekuk, bukan janji, tapi bukti kerja.
Datang dengan rekam jejak tegas, berkarakter, dan tak pandang bulu sejak menjabat Kanit Reskrim Polsek Waru, gaya kepemimpinan itu kini diterapkan penuh di wilayah pelabuhan yang rawan narkotika. Di bawah arahannya, Satresnarkoba bergerak cepat, terukur, dan tanpa kompromi.
Fokusnya jelas, bandar dan otak jaringan disikat, pengedar ditindak, mata rantai diputus. Narkoba adalah musuh negara dan perusak generasi.
BERITA PATROLI – SURABAYA
Jabatan bukan untuk dihangatkan, melainkan untuk bekerja. Prinsip itu langsung dibuktikan AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H. sejak dipercaya menjabat Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Baru delapan hari bertugas, ia langsung memimpin pengungkapan peredaran sabu 31,62 gram dan menangkap bandar residivis, sebuah langkah cepat yang jarang terjadi di awal masa jabatan.
Gerak cepat tersebut bukan kebetulan. AKP Adik Agus Putrawan datang ke Tanjung Perak dengan rekam jejak tegas dan reputasi tanpa kompromi. Sebelum promosi jabatan, ia menjabat Kanit Reskrim Polsek Waru, Polresta Sidoarjo, dikenal sebagai perwira lapangan yang keras terhadap pelaku kejahatan, namun disiplin dan tertib dalam prosedur hukum.
Selama kepemimpinannya di Waru, penegakan hukum berjalan konsisten dan situasi kamtibmas relatif kondusif. Pendekatannya jelas: hukum ditegakkan, pelaku ditindak, tidak ada ruang tawar-menawar. Karakter itulah yang kini dibawa ke wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kawasan strategis sekaligus rawan peredaran narkotika.
Penempatan AKP Adik Agus Putrawan dinilai tepat dan strategis. Kawasan pelabuhan selama ini dikenal sebagai jalur rawan peredaran barang haram. Namun di tangan Kasat Narkoba baru ini, pesan keras langsung disampaikan, ‘bandar narkoba tidak akan diberi waktu beradaptasi’.
Dalam pernyataannya, AKP Adik Agus Putrawan menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran Satresnarkoba siap memberantas habis bandar dan pengedar narkoba, sejalan dengan arahan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H..
“Tidak ada kompromi bagi bandar dan pengedar narkoba. Siapa pun yang terlibat akan kami tangkap, proses hukum, dan tindak tegas sesuai aturan,” tegasnya.
Baginya, perang terhadap narkoba bukan sekadar penindakan rutin, melainkan misi penyelamatan generasi bangsa. Fokus utamanya bukan hanya pengedar kecil, tetapi bandar dan otak jaringan yang mengendalikan distribusi dan meraup keuntungan besar dari kejahatan narkotika.
AKP Adik Agus Putrawan juga menyoroti bahaya sabu (metamfetamin) sebagai narkotika paling destruktif. Zat ini merusak otak secara permanen, memicu gangguan mental, perilaku agresif, hingga kematian. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan untuk bersikap lunak terhadap pelakunya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk berani melapor dan tidak takut terhadap ancaman bandar narkoba. Dukungan publik dinilai menjadi kunci memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.
Menutup keterangannya, AKP Adik Agus Putrawan menyampaikan pesan keras, khususnya kepada generasi muda:
“Jangan pernah coba-coba narkoba. Sekali terjerat, masa depan hancur. Narkoba, bandar, dan pengedarnya adalah musuh negara, dan kami akan berdiri di garis depan untuk melawannya.”
Dengan gaya kepemimpinan tegas dan respons cepat di awal jabatan, AKP Adik Agus Putrawan mengirimkan sinyal jelas, ‘era toleransi bagi narkoba di Tanjung Perak telah berakhir’.















You must be logged in to post a comment Login