Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

JATIM

Oknum Pegawai Kejari Tuban Diduga Melakukan Intervensi Korban Kecelakaan.

Abdul Wahib (Baju Coklat) di Unit Lakalantas Polres Tuban. Senin (25/9/2023

Tuban, Berita Patroli,. Oknum Pegawai di Kejaksaan Negeri Tuban di duga turut ikut campur dalam urusan kecelakaan Motor yang di alami oleh Ahmad Nur Rochim di duga sebagai korban serta Sali yang di duga sebagai tersangka keduanya berasal dari Desa Kuthi Kecamatan Merakurak Tuban.

Kejadian ini bermula dari Laka yang di alami kedua korban di dekat Perum Kuthi Merakurak Tuban pada Rabu (20/9/2023) Malam, Dengan maksud kekeluargaan, Ayah Korban (Mustangin) di dampingi oleh Moch Subakir, meminta pertanggung jawaban kepada Sali yang mana Ahmad Nur Rochim ini mengalami luka luka di bagian tubuh dan di larikan ke rumah sakit, sedangkan sali hanya luka di bagian kaki.

Menurut Moch Subakir, Sali yang sudah sepakat memberikan ganti rugi tersebut tidak memberikan kerugian justru malah meminta bantuan yang di duga mengaku sebagai Jaksa di Kejaksaan Negeri Tuban.

Kantor Kejaksaan Negeri Tuban

” Pada Sabtu malam Minggu saya mendatangi rumahnya bapak sali Mas, untuk kekeluargaan karena saya merasa kasihan sama orang tua Ahmad Nur Rochim tersebut karena beliau tidak punya apa apa dan keterbatasan lainnya saya berniat membantu. Tapi pada malam itu bukannya saya mendapat perlakukan baik justru keluarga Bapak Sali ini meminta bantuan keluarganya yang mengaku sebagai Jaksa di Kejaksaan Negeri Tuban. Kemudian Abdul Wahib datang lalu membentak mbentak saya dengan nada kasar dan mengancam saya mau di laporkan ke Polisi atas dugaan perampasan sepeda motor karena saya di perintah pihak polisi untuk mengambil motornya Bapak Sali itu saya juga di perintah sama Polisi dan atas pengetahuan dari pihak Bapak Sali juga”. Jelasnya Subakir

Lanjut Subakir, “Selain menggunakan bahasa kasar Abdul Wahib juga menelpon Polisi untuk melaporkan saya dia mengatakan kalau seluruh polisi di Polres Tuban mengenalnya,. Kemudian dia meminta saya untuk menyelesaikan kasus ini di kepolisian dia mengintrogasi saya layaknya penyidik dan dia mengancam kalau saya akan di pidana karena telah berani mengambil Barang Bukti (BB) tanpa ada putusan dari Pengadilan.
Tambahnya Moch Subakir kepada Media di konfirmasi di Polres Tuban (25/09/2023).

Senada dengan Orang Tua Korban (Mustangin)di tempat yang sama ia membenarkan semua keterangan dari Moch Subakir. Dia mengaku juga mendengarkan apa yang telah di ucapkan oleh Abdul Wahib di Rumahnya Sali.

” Apa yang di sampaikan Moch Subakir itu benar mas, karena saya waktu itu meminta bantuan Moch Subakir untuk menemani saya ke rumahnya Sali, dan saya juga mendengarkan saat Abdul Wahib ini membentak bentak dan mengancam kita. Jelasnya Mustangin.

Kemudian guna pelengkap Berita Media ini, Abdul Wahib yang saat ini menjabat sebagai Staf Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Tuban di Konfirmasi Via Whatshaap atas apa yang terjadi di rumah Sali beberapa hari yang lalu, dia mengatakan bahwa apa yang di sampaikan oleh Moch Subakir dan Mustangin itu tidak benar justru ia menjelaskan bahwa yang suaranya kasar tersebut adalah Moch Subakir.

“Selamat sore Pak, itu semua tidak benar justru yang suaranya keras Pak Subakir saya ada saksi 3 (Tiga) yang mengetahui masalah”. Kata Abdul Wahib di Konfirmasi Via Whatshaapnya. Kamis (5/10/2023).

Selain itu, Adbul Wahib di singgung terkait kedatangannya di Ruang Satlantas Polres Tuban pada hari Senin (25/9/2023) dengan memakai Seragam di tutupi jaket warna Coklat apakah mendapat perintah dari Kejaksaan Negeri atau mendapat Kuasa dari Sali untuk membantu menyelesaikan masalahnya ia hanya mengatakan bahwa ada urusan lain dengan Kanit Lantas Polres Tuban.

“Kuasa tidak ada hanya lisan karena saudara sendiri kebetulan saya ada urusan dengan Kanit Laka Pak Eko dan urusan kecelakaan sudah di urusi Pak Bakir semua dan pada waktu itu tinggal ambil BB dan tanda tangan surat pernyataan”. Jelasnya Abdul Wahib.

Di akhir balasan pesan Whatshaapnya Abdul Wahib menambahkan bahwa ia pada saat itu mempunyai rekaman atas kejadian tersebut dan mempunyai 3 (Tiga) Saksi. Selain itu ia tetap mengatakan kalau yang bersuara keras itu Moch Subakir. (Tim).

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in JATIM

To Top