Berita Nasional
Polisi Amankan 28 Pemuda Hendak Tawuran di Tangerang, 17 Sajam Disita
Jakarta, Berita patroli – Polisi mengamankan 28 pemuda di Legok, Kabupaten Tangerang diduga hendak tawuran. 17 senjata tajam disita.
“Telah diamankan sekelompok remaja (pemuda) mengendarai sepeda motor, sedang berkumpul dan diduga hendak melakukan tawuran,” ujar Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Sarly Sollu melalui keterangan tertulisnya, Senin (21/11/2022).
Sarly menjelaskan, penangkapan itu bermula saat tim Polsek Legok sedang melakukan operasi kejahatan jalanan. Ketika patroli, polisi menemukan sejumlah remaja yang sedang berkumpul.
“Pada saat melaksanakan patroli menemukan sekelompok anak-anak remaja yang sedang berkumpul di samping danau atau kolam yang beralamatkan di Kampung Candu RT 004/002, Desa Serdang wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang,” kata Sarly.
Pemuda tersebut langsung digeledah oleh kepolisian, namun tidak ditemukan senjata tajam. Kepolisian lantas menyisir lokasi dan ditemukan sejumlah senjata tajam.
“Kemudian anggota Polsek Legok melakukan Penyisiran di area sekitar danau dan di temukan barang bukti,” sebutnya.
Adapun barang bukti yang disita adalah 17 senjata yang diduga akan digunakan untuk tawuran, yaitu 4 stik golf, 2 celurit, 4 klewang dan 7 bilah pedang. 41 sepeda motor yang digunakan para pemuda itu juga ikut disita.
“Barang bukti berupa 41 unit sepeda motor, 4 stik golf, 2 bilah celurit, 4 buah klewang, 7 (tujuh) bilah pedang,” ujarnya.
28 pemuda beserta barang bukti yang ada dibawa ke Polsek Legok guna pemeriksaan lebih lanjut. Adapun para remaja yang diamankan itu berinisial AH (21), MHS (16), GBS (16), AP (15), S (17), RN (15), HF (14), BZ (16), IF (16), EF (21), MA (20), H (18), DR (20), AH (21), N (30), WR (18), MSA (14), PPS (16), AR (18), AR (15), MRF (21), CL (17), PR (15), AFM (15), DRR (16), RD (17), RA (16), dan F (20).
“Barang bukti langsung dibawa ke Polsek Legok. Guna pengusutan lebih lanjut,” ujar Sarly.
“(Kami) melakukan pendataan dan (data mereka) dimasukkan ke Aplikasi Ada Polisi. (Lalu) memanggil orangtua, ketua RT dan RW (yang bersangkutan),” tambahnya,(red)
