Berita Nasional
Kapolri Keluarkan Telegram Baru, Seluruh Jajaran Polisi Wajib Tahu, Ada 5 Poin, Catat, Penting!
jakarta, Berita Patroli – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan telegram berisi perintah kepada seluruh jajaran Polda terkait minyak goreng.
Surat Telegram tersebut terkait dengan ketersediaan, kelancaran distribusi, serta harga minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Telegram bernomor ST/990/V/RES.2.1/2022 itu terbit pada 20 Mei 2022 dan ditandatangani oleh Kabareskrim Komjen Agus Andrianto atas nama Kapolri.
Melansir Sabtu (21/5/2022) Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan dasar diterbitkannya Surat Telegram tersebut.
Di antaranya, UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri dan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Kemudian Permendag Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Curah.
Selanjutnya, Permendag Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil (CPO), Refined, Bleached And Deodorized Palm Oil (RBD Palm Oil ), Refined, Bleached And Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein) dan Used Cooking Oil (UCO).
Lalu Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.
Serta Surat Perintah Kapolri No SPRIN/709/III/OTL 1.1.1/2022 tanggal 29 Maret 2022 tentang Penugasan Dalam Satgas Pangan dan Hasil Rapat Koordinasi Terkait Minyak Goreng Curah Dengan Pelaku Usaha Tanggal 16 Mei 2022.
Sementara itu, berikut 5 poin perintah Kapolri kepada Polda jajaran:
1. Mendorong pelaku usaha untuk melakukan percepatan pendistribusian minyak goreng curah, menjual margin yang ditentukan guna memastikan pengecer dapat menjual sesuai HET sebesar Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kg dan melaporkan setiap kendala yang dihadapi dalam pendistribusian dan penjualan
2. Melakukan komunikasi dengan pelaku usaha makanan dan minuman untuk ikut berperan membantu pendistribusian minyak goreng curah melalui jaringan distribusi ke masyarakat
3. Melakukan pengecekan secara intensif dan pendataan pada seluruh pasar tradisional atau titik penjualan mengenai ketersediaan minyak goreng curah, distribusi dan harga penjualan pada konsumen akhir harga penjualan yaitu masyarakat, usaha mikro dan kecil
4. Melakukan pengawasan secara ketat terhadap penjualan minyak goreng curah di atas HET dan praktik penetapan harga atau (price fixing) yang membuat harga di atas HET
5. Melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap pungutan liar atau premanisme yang dapat mengganggu jalur distribusi sehingga berpengaruh terhadap peningkatan harga penjualan minyak goreng curah di pasaran
