Berita Nasional
Pasar Wisata Cheng Hoo Terus Berbenah Diri, Pengurus Dan Pedagang Semakin Kompak
PASURUAN, BERITA PATROLI – Pasar wisata Mohammad Cheng Hoo Pandaan, merupakan icon wisata religi yang sangat populer di kawasan Pasuruan dan Jawa Timur. Pasalnya wisata religi ini kerap dikunjungi wisatawan domistik dan bahkan Irsyad Yusuf Bupati Pasuruan kerap berkunjung dan memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap penataan dan kebersihan wisata religi ini.
Meski masih ada beberapa kekurangan, namun dengan berjalannya waktu dan bergantinya kepengurusan paguyuban pasar wisata Cheng Hoo ini, semakin merubah nuansa yang lebih menarik pengunjung. Pengurus dan pedagang senantiasa menjaga kebersihan, mempercantik taman, meningkatkan keamanan dan lain lain, termasuk yang paling penting adalah jiwa kompak dan saling mendukung yang dilakukan oleh pengurus dengan seluruh pedagang dalam mengambil kesepakatan bersama.
Hal ini disampaikan oleh para pengurus paguyuban pasar wisata Cheng Hoo, kepada awak media Pasuruan, Jumat 28-01-2022. Para pengurus paguyuban menjelaskan. “Bahwa kami senantiasa kompak dan bermusyawarah untuk mengambil keputusan demi pasar wisata Cheng Hoo ini dan kami selalu meminta saran serta petunjuk kepada pejabat di Disperindag. Dengan harapan agar kami tidak salah dalam mengambil sikap demi kenyamanan dalam bekerja serta rasa aman dalam bertindak.” Jelasnya.
“Sebagaimana yang dipermasalahkan kepada kami perihal dugaan pungli, Bahwa jauh jauh sebelumnya, kami sudah minta saran kepada pihak Diperindak yang diwakili oleh pak Bekti, pak Mika dan pak Afif. Kami juga minta saran kepada 3 orang teman kepolisian dalam hal ini pihak reskrim ekonomi dan beliau beliau memberikan saran dan petunjuk bahwa silahkan menertibkan dan memasukkan para pedagang durian kedalam wilayah Cheng Hoo agar tidak mengganggu kemacetan jalan. Dan kami dipersilahkan untuk bekerjasama yang baik dengan pedagang durian guna penataan Cheng Hoo, yang penting saling disepakati antara kedua belah pihak.” Tambahnya.
Anggaran dari restribusi dimaksud, dipergunakan sebaik baiknya untuk memperindah dan mempercantik pasar wisata Cheng Hoo. Diantaranya adalah untuk kebersihan, keamanan, keindahan taman, penataan pedagang durian, rehab mushollah dibelakang, membangun atap dan mengganti keramik, agar pedagang merasa nyaman dalam beribadah, serta dalam waktu dekat pengurus akan membeli mesin diesel atau genset yang bermanfaat ketika lampu mati.
Dalam kesempatan berbedah, Ahmat ( nama minta disamarkan / red ) salah satu pedagang, kepada awak media menerangkan,” Sebanarnya ini tdak ada masalah mas, kami semua ya, pak Khoiron, pak Supadi, pak Miseri dan pengurus lainnya selalu rukun dan kompak. Dan saya meyakini mereka itu tidak salah sama sekali, ya karena pandemi covid, sehingga kita belum sempat merubah akta notaris dan kemenkumham. Karenanya saya mengambil kesimpulan, bahwa didalam dan diluar pengurus ini ada ulernya ( ulatnya / red ) dan semua pedagang sudah mencium bau busuknya, dia berlagak jadi otak bongkar pasang pengurus, istilahnya bila ada uang abang disayang, bila gak ada uang abang ditendang.” Terangnya yang meminta agar namanya tidak ditulis. ( muin/endang/tim )
