Connect with us

Berita Patroli

Berita Patroli

Hukum dan Kriminal

Janji Manis Berujung Kerugian, Puluhan Warga Probolinggo Jadi Korban Investasi Bodong MBA

Puluhan warga Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, meluapkan kemarahan dengan mendatangi rumah yang diduga menjadi pusat koordinasi aplikasi investasi MBA. Aplikasi yang selama ini menjanjikan cuan instan, bonus, dan pencairan rutin kini ambruk total, dana tak bisa ditarik, janji tinggal janji.Korban mengaku mengalami kerugian mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah per orang. Modusnya klasik, iming-iming keuntungan tetap, biaya penarikan dipermainkan, lalu sistem dikunci. Saat warga menagih haknya, yang tersisa hanya alasan dan penguluran waktu. Kasus ini menjadi alarm keras, investasi digital tanpa legalitas jelas hanya melahirkan korban.

Puluhan warga Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, meluapkan kemarahan dengan mendatangi rumah yang diduga menjadi pusat koordinasi aplikasi investasi MBA. Aplikasi yang selama ini menjanjikan cuan instan, bonus, dan pencairan rutin kini ambruk total, dana tak bisa ditarik, janji tinggal janji.
Korban mengaku mengalami kerugian mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah per orang. Modusnya klasik, iming-iming keuntungan tetap, biaya penarikan dipermainkan, lalu sistem dikunci. Saat warga menagih haknya, yang tersisa hanya alasan dan penguluran waktu.
Kasus ini menjadi alarm keras, investasi digital tanpa legalitas jelas hanya melahirkan kerugian.

BERITA PATROLI – PROBOLINGGO

Kemarahan warga tak terbendung. Puluhan warga Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, mendatangi rumah seorang perempuan yang disebut sebagai koordinator aplikasi investasi MBA, Senin (9/2/2026). Aksi ini dipicu kekecewaan mendalam setelah uang jutaan hingga puluhan juta rupiah raib tanpa jejak akibat aplikasi yang kini dipastikan bermasalah dan diduga kuat sebagai penipuan berkedok investasi digital.

Rumah yang didatangi berada di Dusun Kembang RT 001 RW 001, Desa Pakuniran. Warga menyebut sejumlah nama, di antaranya Nurhayati, Yuni, dan Suci, sebagai pihak yang selama ini aktif merekrut dan meyakinkan masyarakat untuk menanamkan uang di aplikasi MBA (MBAstack Limited Company).

Skema MBA resmi runtuh sejak awal Februari 2026. Ribuan pengguna tidak bisa menarik dana. Iming-iming keuntungan harian, bonus, hingga penurunan biaya penarikan hanyalah tipuan belaka.

Melalui grup WhatsApp, admin aplikasi bernama Nathalie sempat menjanjikan biaya penarikan turun dari 8 persen menjadi 3 persen mulai 9 Februari. Namun hingga hari yang dijanjikan, tak satu rupiah pun bisa dicairkan.

Korban mengalami kerugian bervariasi, dari Rp2 juta hingga puluhan juta rupiah per orang.

Salah satunya DR, warga Desa Margoayu, mengaku rugi Rp13 juta setelah mendaftarkan lebih dari satu akun.

“Saya daftar Rp1,3 juta, cuma dapat janji mesin cuci. Sampai sekarang uang tidak bisa ditarik sama sekali,” ujar DR dengan nada kecewa di lokasi.

Korban lain, RQ asal Kecamatan Kotaanyar, mengungkapkan hal serupa.

“Saya kirim Rp4,5 juta, istri Rp500 ribu. Tidak dapat apa-apa. Informasi awal dari koordinator Nurhayati,” tegasnya.

Aplikasi tersebut menjanjikan penghasilan harian Rp43.500 dengan modal pendaftaran sekitar Rp1,4 juta, diklaim bisa ditarik setiap Kamis. Fakta di lapangan, semua janji kosong.

Situasi sempat memanas dan nyaris tak terkendali. Untuk mencegah amuk massa, Satreskrim Polres Probolinggo bergerak cepat.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembarmartadana, membenarkan pihaknya telah mengamankan salah satu terduga.

“Benar, yang bersangkutan sudah kami bawa ke Mapolres Probolinggo untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” tegasnya.

Puluhan personel kepolisian diterjunkan guna mengamankan rumah yang diduga menjadi pusat koordinasi perekrutan MBA, demi menjaga situasi tetap kondusif.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur janji keuntungan instan dari aplikasi tak jelas legalitasnya. Investasi bodong terus memakan korban, sementara pelaku kerap berlindung di balik istilah “koordinator” atau “admin”.

Aparat diminta mengusut tuntas jaringan MBA, menelusuri aliran dana, dan menindak tegas siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu.

(Hardon, Ayon, Tomy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Hukum dan Kriminal

To Top