BREAKING NEWS
Perwira Pertama SATPAS COLOMBO Restabes SURABAYA “Meresahkan Masyarakat” Legalkan PUNGUTAN LIAR , Tersistematis, Ratusan juta tiap Minggu

Ajun Komisaris Besar Polisi Galih, S.IK, Kepala Satuan Lalulintas Polrestabes Surabaya, harus tertibkan praktek culas yang merugikan rakyat, pat gulipat, sindikat mafia oknum oknum SATLANTAS yang berdinas di SATPAS COLOMBO sangat Profesional dalam “mengeruk” uang rakyat, ratusan juta tiap minggu.
Patut diduga, patut ditengarai praktek ini sudah diamini oleh sang Kasatlantas. Satlantas adalah salah satu Etalase POLRI, pelaksana UU No 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ.
Satlantas harus melayani sepenuh hati, bukan malah pandai bermain “silat” untuk melakukan cara cara yang tersistematis, dilarang oleh aturan yang ada.
BERITA PATROLI – SURABAYA
POLRI sebagaimana diatur dalam UU No 02 Tahun 2002 Tentang Kepolisian salah satu fungsinya adalah melayani masyarakat, POLANTAS sebagai mana diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ (Lalulintas Angkutan Jalan) mempunyai kewenangan untuk terbitkan SIM (Surat Ijin Mengemudi) baik SIM C atau SIM A, B1, B2 dan seterusnya.
Dalam satu hari pemohon SIM baru di wilayah kota Surabaya membludak, baik pemohon SIM C, A dan lainnya.
Salah satu warga Kota Surabaya saat menuturkan kepada kuli tinta, “Kita ini berkali kali gagal, baik ujian praktek atau tulis, simulasi komputerisasi sistem CAT, atau apapun, tapi ketika melalui jalur ‘khusus’ tidak akan lama SIM A langsung kita dapatkan,” ungkapnya.
Lebih jauh laki laki asal Wonokromo ini mengatakan, “Susah kita ini disuruh tidak melalui biro jasa, tapi seakan dipersulit oleh oknum oknum SATLANTAS, trus bagaimana negara kita ini mau maju, kalau pelakunya adalah oknum-oknum Polisi lalulintas itu sendiri,” urainya.

Kantor Pelayanan Penerbitan SIM, baik SIM C, A, B1, B2, bukan masalah kantornya, tapi perilaku oknum yang berdinas di SATPAS COLOMBO Restabes Surabaya sebagai “mesin” pencetak uang dengan cara cara yang culas.
Tidak sulit menemukan penyimpangan tersistematis tersebut, tinggal faktor N dan K (Niat dan K). Rakyat sudah cerdas, rakyat sudah paham.
Beranikah PAMINAL, PROPAM ungkap “kejahatan yang tersistematis ini?” Masyarakat bertanya dengan nada “lembut”.
Berdasarkan pengamatan wartawan Berita PATROLI selama beberapa pekan, apa yang disampaikan PR laki laki asal Wonokromo Kota Surabaya ini ada benarnya, banyak warga CINDO yang datang hanya foto, tidak lama lagi keluar, “Wes janjian sama petugasnya, kita dikoordinir untuk buat SIM, nominal bukan masalah buat kami, yang utama lancar punya SIM,” urainya.
Perlu pembaca ketahui Satpas Colombo Polrestabes Surabaya menjadi sorotan masyarakat, sarang pungli terkordinir dan sepengetahuan pimpinan setempat, “Mas nya ini siapa? Dari wartawan apa? Kita disini hanya pelaksana, kita yang bawahan ini intinya selalu SIAP, Satya Haprabu, tidak mungkin kami ini berani tanpa adanya perintah,” ujarnya.
Pengurusan surat ijin mengemudi (SIM) secara instan, jalur “cepat” pat gulipat, masih banyak anggota yang bermain atas perintah pimpinan.
Uang pungutan liar tersebut bernilai fantastis tiap Minggu, minimal bisa mencapai 300 juta, bayangkan saja, setiap hari SATPAS COLOMBO terbitkan SIM A baru melalui jalur “khusus” jalur expres sebanyak 200 SIM, yang datang ke SATPAS untuk urus melalui jalur biasa tidak lebih dari 50 pemohon SIM, 150 pemohon jalur “demit” minimal setiap hari mengeruk uang rakyat sebesar 150 juta, ini sebuah angka yang sangat fantastis, tidak heran jika Perwira lalulintas yang berdinas di SATPAS COLOMBO, Restabes Surabaya bergaya hidup Hedon, bermewah mewahan hasil “nggarong” uang rakyat.
Modus operandinya biaya siluman untuk dana komando, biro jasanya tersistematis di naungi oleh anggota satpas sendiri, satpas Colombo yang beralamat di Jalan Ikan Krapu No 2 – 4 patut di periksa secara mendalam, digerebek, ditangkap tangan oleh BidPropam Mabes Polri, Polda Jawa Timur.
Awak media konfirmasi ke Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, menjawab melalui WA, “Walaikumsalam mas. Kami menghimbau masyarakat agar tidak mengurus SIM melalui calo silahkan datang langsung ke kantor satpas dan ikutin semua aturan yang ada,” tutur AKBP Galih, S.IK, Perwira menengah yang menjabat sebagai Kasatlantas Polrestabes Surabaya.
BERSAMBUNG..














You must be logged in to post a comment Login