Berita Nasional
Anak Dzolimi Ibu, Rumah Peninggalan Orang Tua Hendak Dijual
Berita Patroli Surabaya – Seorang perempuan yang biasa dipanggil bu Iwan mengaku telah ditipu oleh anak kandungnya bernama Cahyo, yang secara sepihak telah menjual sebuah rumah. Hal itu diungkapkan bu Iwan kepada awak media Berita Patroli.
Bu Iwan menceritakan kronologi penjualan rumah oleh anaknya, “Berawal dari sebuah tanah fee yang dulunya di beri oleh developer perumahan Modong terhadap suaminya yang waktu itu menjabat sebagai camat. Setelah ayahnya meninggal dunia barulah Cahyo mulai berulah dengan menjual beberapa perabotan rumah termasuk mobil yang nilainya hampir mencapai Rp 120 juta untuk kebutuhan pribadinya yang gak jelas arahnya,” ujar Bu Iwan.
“Dulu anak saya Cahyo itu sebelum menikah jadi penurut dan punya sopan santun dengan orang tua, tapi setelah menikah terjadi banyak perubahan bahkan sampai berani mengusir, serta mengambil barang-barang di dalam rumah dengan kunci duplikat, bahkan sempat di tegur ketua RT setempat dan Cahyo pun tersinggung sambil melontarkan kata-kata yang tidak patut di tiru, sudahlah pk RT gak ada urusan denganmu jangan campuri urusan keluargaku, kata Cahyo waktu itu,” tambah Bu Iwan.
“Dengan nada yang tidak takut dosa, dia berkata lewat HP kepada ibunya bahwa rumahnya sudah terjual laku Rp 500 juta, tapi untuk sementara di DP sama pembeli cuma Rp 200 juta, saya kaget, dan saya waktu itu berkata, looh kok kamu tega jual rumah tinggalannya almarhum bapakmu tanpa ada rundingan dengan saudara atau ibu, padahal rumah itu termasuk warisan yang belum pernah saya hibahkan, apalagi suratnya masih di developer dalam proses lha kok kamu sudah berani jual rumah tanpa ada SHM yang sah. Waktu itu, Cahyo berkata, pokoknya ibu dan Sari harus kosongkan rumah setelah pulang dari Jakarta nanti, sebab saya mau belikan istri rumah baru di Surabaya,” ungkap Bu Iwan.
Berselang beberapa Minggu bu Iwan pulang dari Jakarta, dan langsung mencari tahu calon pembeli rumahnya tersebut, dan diketahui ternyata tetangganya sendiri. Pada saat calon pembeli rumah itu didatangi, bu Iwan mendapat jawaban yang menyakitkan, Saya gak mau tahu karena adik saya sudah bayar DP ke anakmu, Bu Iwan menirukan kata kata calon pembeli itu.
Pada saat itu, mendengar perkataan calon pembeli rumah, Bu Iwan merasa bagaikan disambar petir di siang bolong, setelah bingung sana sini cari perlindungan dan pembelaan karena merasa sudah di dzolimi anak kandungnya, akhirnya hari Senin (27/4/2020) kemarin bersama wartawan Berita Patroli mendatangi kantor developernya di jalan Cipunegara Surabaya untuk klarifikasi dan konfirmasi terkait rumahnya.
Pada saat dikantor developer ditemu oleh Yuanita, setelah bu Iwan ceritakan masalah yang sebenarnya, malah kaget ternyata rumah itu dulu yang di buat realisasi adalah uang keluarga, bukan uangnya Cahyo yang saat ini hanya memegang surat pemesanan rumah sebagai alat untuk meminta uang DP kepada calon pembelinya yang sudah di terima tanpa persetujuan ibu dan kakaknya.
Setelah bertemu dengan Yuanita, bu Iwan yang didampingi awak media Berita Patroli bertemu dengan Endik, yang tahu sejarah hasil perolehan tanah tersebut. Saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Endik mengatakan bahwa apa yang sudah di lakukan oleh Cahyo itu salah besar, sebab yang di buat untuk mengikat pembelinya dari DP tersebut hanyalah SPR (surat pemesanan rumah).
“Waktu itu pernah telepon saya lewat Hp minta tolong untuk di bikinkan AJB antara developer dengan pihak pembeli, ya saya tidak mau karena nama yang tercantum awal di situ adalah Cahyo yang sifatnya sementara, apalagi sekarang terungkap bahwa uang pembayaran realisasi dulu tahun 2015 senilai Rp 120 juta itu adalah hasil urunan keluarga antara ibunya dan Sari sebagai kakak kandungnya yang waktu itu ikut datang ke kantor developer sini melakukan pembayaran,” ucap Endik.
“Di sisi lain atas nama Cahyo yang tercantum di SPR itu juga mestinya cacat hukum, sebab dari sejarah perolehan tersebut mestinya harus atas nama ibunya bukan lagi anaknya, karena almarhum pak Iwan semasa hidupnya waktu itu sebagai Camat yang menerima fee atau hadiah sebagai bentuk kerja sama dengan PT waktu itu,” pungkas Endik.
Dar peristiwa yang dialami bu Iwan, Awak media akan melakukan konfirmasi ke pihak pihak terkait, supaya jelas permasalahan terkait jual beli rumah tersebut. @arinta
