Berita Nasional
Penyebar Hoax Ditangkap Polres Ponorogo
Berita Patroli, Ponorogo – Berhati-hatilah dalam menyebarkan informasi atau berita di media sosial. Pastikan terlebih dahulu bahwa informasi atau berita yang dishare ke media sosial bukan berita hoaks atau bohong.
Seperti halnya ya g dilakukan A H (44) warga dukuh Dampak, desa Semanding, Kec.Kauman, Kab.Ponorogo, Jawa Timur, harus berurusan dengan polisi karena diduga dengan sengaja mengirimkan postingan berita yang belum jelas kebenarannya di grup media sosial facebook ICWP (Info Cegatan Wilayah Ponorogo).
Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto S.H., S.I.K., M.M., dalam jumpa persnya, Kamis (9/4/2020) menyampaikan, pelaku diamankan karena telah menyebarkan berita bohong atau hoax di media sosial Facebook tentang pasien warga Ponorogo yang meninggal dunia karena terkena virus Covid 19.
“Pada hari Senin (6/4/2020) kemarin, pelaku mendapatkan kiriman atau share foto screenshoot percakapan Whatsapp tentang pasien warga Ponorogo meninggal dunia karena virus Corona atau Covid 19 di grup Whatsapp BPD Semanding. Selanjutnya pelaku langsung mengeshare dan mengupload foto tersebut ke media sosial Facebook ICWP (Info Cegatan Wilayah Ponorogo) tanpa sensor. Satu jam kemudian ada pemberitahuan di grup Whatsapp BPD Semanding bahwa berita tersebut tidak benar alias hoax,“ kata Arief Fitrianto.
AKBP Arief Fitrianto menambahkan, akibatnya berita tidak benar atau hoax terkait meninggalnya salah satu pasien virus Covid 19 di Ponorogo langsung menjadi viral dan membuat masyarakat menjadi resah. Petugas dari Satreskrim Polres Ponorogo langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku.
“Padahal dari keterangan Dinas Kesehatan Ponorogo, ketiga pasien Covid 19 yang dirawat di RSUD Dr. Hardjono kondisinya semakin baik. Pelaku yang berprofesi sebagai petani ini mengaku tidak ada niat atau unsur kesengajaan untuk menyebarkan berita bohong atau hoax. Atas perbutannya pelaku terjerat dengan pasal 45 A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dua buah handphone yang digunakan diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.
“Dari kejadian tersebut, kita menghimbau kepada masyarakat untuk sharing dulu sebelum mengshare sesuatu foto atau berita kejadian sebelum mengetahui kebenarannya,” kata Kapolres.
Sementara itu, pelaku Agus Hariyadi mengaku menyesal atas perbuatannya telah mengupload dan share postingan terkait meninggal warga Ponorogo karena virus Corona atau Covid 19, serta berjanji tidak akan mengulangi lagi.
“Saya meminta maaf yang sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat Ponorogo, khususnya kepada bapak Slamet, yang mana saya telah mengupload berita yang tidak benar atas kondisi pasien Covid 19 Di Ponorogo, dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuata tersebut,“ ungkap pelaku. @team (hu/jan/a/ngin)
