Hukum dan Kriminal
Butuh waktu 12 jam Satreskrim polresta Blitar Berhasil Bekuk Perampok Pasutri
Blitar – Berita Patroli
Satreskrim Polres Blitar Kota, berhasil mengungkap komplotan perampokan sepasang suami istri warga Desa Gembongan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Kedua pelaku yakni Arif Dian Anjas (37) warga Deyeng Kec Ringinrejo kabupaten Kediri dan Eko Heri Safaat (29) warga Desa Besuki, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Pelaku Arif Dian Anjas diketahui juga seorang residivis kasus pembunuhan di Kalimantan. Dia baru keluar dari penjara setahun lalu setelah menjalani hukuman selama delapan tahun.
Kedua korban sempat diancam dan disekap berjam-jam oleh komplotan yang berjumlah dua orang. Peristiwa perampokan ini dialami keduanya pada Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 14.30 wib.
Kronologis kejadian berawal saat ikorban Listichar (53) yang baru saja pulang mengajar melihat motor suaminya Rofi’i (57) terparkir di depan rumah. Korban kemudian masuk ke dalam rumah untuk mencari suaminya.
Saat masuk ke dalam rumah korban tiba-tiba didekap pelaku yang menggunakan penutup wajah. Korban kemudian dibawa ke dalam kamar. Di dalam kamar tersebut korban melihat suaminya sudah dalam keadaan terikat tali sementara mata dan mulutnya ditutup menggunakan lakban.
“Kedua pelaku kemudian memaksa korban untuk menyerahkan barang-barang berharganya. Diantaranya empat buah kartu ATM berserta pin nya,
uang tunai Rp.2,5 juta , dan perhiasan emas,meski sempat di beri kunci mobil,STNK,BPKB tapi pelaku menolak karena tidak bisa mengendarainnya,” ungkap Kapolres Blitar AKBP Adewira Negara Siregar, Jumat (4/10/2019).
Usai menguasai harta, pelaku meninggalkan rumah korban. Namun sebelum pergi pelaku
sempat melakukan pemukulan terhadap korban Rofi’i. Pelaku juga mengancam korban dengan menunjukan sebuah benda mirip senjata api dan mengatakan agar korban tak lapor polisi.
akibat kejadian ini korban mengalami gegar otak ringan,telingga mengeluarkan darah,”Kedua korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Ponggok, dan langsung ditindaklanjuti petugas kepolisian,” jelasnya.
Tak butuh waktu lama kedua pelaku berhasil diamankan. Keduanya dibeluk Kamis (3/10/2019) setelah salah satu pelaku terekam CCTV mesin ATM di wilayah Kecamagan Srengat, saat mengambil uang dari kartu ATM milik korban.Dari rekaman CCTV ini polisi akhirnya berhasil mengetahui identitas pelaku yang teryata masih tetangga korban.”Kedua pelaku berhasil diamankan kurang dari 12 jam setelah korban melapor ke polisi. Polisi melakukan tindakan tegas dengan menghadiahi timah panas di kedua kaki pelaku karena sempat mencoba melawan petugas,saat akan ditangkap” pungkasnya.Kini keduanya kita sangkakan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai ancaman dan kekerasan,dengan hukumanmaksimal7 tahun penjara. (ris,had)
