JATIM
Salah Satu Warga Surabaya Akui Kecewa Terhadap Polsek Kenjeran

ilustrasi
SURABAYA, Berita Patroli – ILT (27) merasa kecewa dengan penanganan kasus di Polsek Kenjeran usai ayahnya diancam dengan parang oleh suaminya berinisial EJ, Rabu (05/07/2023) kemarin. ILT mengaku kecewa karena pihak kepolisian belum memeriksa suaminya dengan alasan kurangnya barang bukti.
Dihubungi awak media, Ia mengaku sekarang telah berpindah tempat sementara ke rumah keluarganya di salah satu kota Jawa Timur. Kepindahan itu karena ia dan bapaknya takut jika EJ kembali mendatangi dan mewujudkan ancaman yang sempat dilontarkan. Apalagi, EJ kerap kali melakukan pemukulan terhadap ILT.
“Kemarin saja sudah berani membawa parang terus disabetkan ke bapak. Untung tidak kena mas. Sehingga saya dan bapak bisa lari ke kamar,” ujar ILT, Minggu (09/07/2023).
ILT menjelaskan jika ia sempat menanyakan perkembangan kasusnya ke Polsek Kenjeran. Namun, jawaban dari anggota kepolisian menurut ILT adalah belum bisa menindaklanjuti lantaran kurangnya barang bukti. Namun, ILT mengklaim jika para tetangga di rumahnya pasti melihat EJ membawa senjata tajam saat ada keributan di rumahnya Jalan Kalilom Lor.
“Pihak polsek itu belum jalan karena belum ada BB (barang bukti). Buktinya kurang kuat, kalau semisal Sajam nya itu ada di rumah, itu masih bisa karena ada BB gitu katanya,” imbuh ILT.
ILT mengatakan jika saat keributan Rabu kemarin, ia bersama orang tuanya, adik dan kakaknya. Ia yakin jika ada seorang di depan dan samping rumah yang bisa dijadikan saksi jika suaminya membawa senjata tajam dan menyabetkan ke ayahnya. Namun, Ia membenarkan telah dimintai keterangan sekali saat melaporkan EJ ke Polsek Kenjeran dengan nomor LPM/032/A/VII/2023/SPKT Polsek Kenjeran tertanggal 5 Juli 2023.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kenjeran AKP Soeryadi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menunggu pelapor kembali ke Surabaya untuk dimintai keterangan, dan hingga kini, polisi masih mencari keberadaan pelaku.
“Ini nunggu pelapor balik ke Surabaya untuk dimintai keterangan lagi. Kami masih terus koordinasi dengan pelapor. Untuk pelaku juga masih kita cari,” pungkasnya.
lLT (27) warga Surabaya mengalami KDRT hingga ayahnya mengalami ancaman pembunuhan, Rabu (05/07/2023). Perempuan yang hamil muda itu lantas melaporkan suaminya berinisial EJ ke Polsek Kenjeran. Namun, Dalam proses pelaporannya, anggota Polsek Kenjeran baru memeriksa pelapor dan belum memanggil terlapor untuk diperiksa.
Kapolsek Kenjeran, Kompol Ardi Purboyo mengatakan jika pihaknya memang sudah menerima laporan. Ia mengakui juga baru memeriksa pelapor. Laporan tersebut tertuang dalam nomor LPM/032/A/VII/2023/SPKT Polsek Kenjeran tertanggal 5 Juli 2023.
“Iya sudah masuk, masih memeriksa satu orang yaitu pelapor,” ujar Ardi saat dikonfirmasi Beritajatim.com, Jumat (07/07/2023).
Sementara itu, ILT menjelaskan jika selama ini ia sering menerima aksi pemukulan dari suaminya EJ. Ia pun melapor kepada orang tuanya. Sebagai orang tua dari ILT, SF lantas menasihati EJ di rumahnya Jalan Kalilom, Kenjeran.
Selama memberi nasihat, tiba-tiba leher EJ tak sengaja disentuh oleh SF. EJ pun tersinggung dan masuk kamar. Di dalam kamar, ILT mendengar jika suaminya itu seperti menelpon seseorang. Setelah menelpon, suaminya pun keluar rumah sembari bawa motor.
“Perginya sekitar 30 menit. Lalu suami saya masuk rumah dengan bawa parang. Dia mengancam akan membunuh orang tua saya,” ujar perempuan yang berprofesi sebagai DJ itu.
(Red)
