JAKARTA
Panji Gumilang Melenggang Bebas Usai Diperiksa 8 Jam

Pemimpin Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang
JAKARTA, Berita Patroli – Pemimpin Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang rampung diperiksa Bareskrim Polri, Senin (3/7/2023) malam. Panji Gumilang diperiksa Bareskrim terkait dugaan penistaan agama.
Panji yang tiba di Bareskrim Polri sekitar pukul 13.50 WIB rampung diperiksa sekitar pukul 22.00 WIB.
Usai menjalani pemeriksaan selama sekitar 8 jam, Panji Gumilang melenggang keluar ruang pemeriksaan dan menuju lobi Bareskrim sekitar pukul 23.30 WIB. Panji terlihat dikawal sejumlah pendukungnya.
Sempat terjadi kericuhan saling dorong antara awak media dan pendukung Panji serta aparat kepolisian yang turut mengawal.
Kepada wartawan, Panji Gumilang mengaku dicecar tim Bareskrim dengan 30 pertanyaan. Panji mengaku sudah menjawab seluruh pertanyaan tersebut.
“Ada 30 pertanyaan hari ini. Sudah dijawab semua,” katanya.
Panji mengungkapkan sejumlah materi pertanyaan yang diajukan kepadanya. Beberapa di antaranya mengenai riwayat Al Zaytun, riwayat dirinya, termasuk riwayat permasalahan hukum yang pernah dihadapinya.
Panji merespons ketika dikonfirmasi mengenai kesiapannya menjadi tersangka dan ditahan. Dikatakan, proses hukum saat ini masih berjalan.
“Bukan siap, enggak siap, prosesnya belum selesai. Masih panjang. Saya sudah jawab semuanya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani menyatakan, terdapat 26 pertanyaan yang diajukan kepada Panji Gumilang. Beberapa di antaranya mengenai sejarah dan struktur Al Zaytun. Selain itu, dalam pemeriksaan ini, Panji Gumilang mengakui pernyataan dalam video yang viral adalah pernyataannya.
“Yang bersangkutan menjawab semua dan mengakui bahwa apa yang di video itu adalah benar itu statement dan memang benar yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” katanya.
Terkait belum ditahannya Panji Gumilang, Djuhandani mengatakan, pihaknya melaksanakan proses hukum sesuai aturan yang berlaku. Upaya paksa, termasuk penahanan akan dilakukan setelah kasus ini diputuskan naik ke tahap penyidikan.
(Red)
