JATIM
Warga Gersik Putih Sumenep Dipolisikan Karna Tolak Tambak Garam

Warga Gersik Putih Sumenep Tolak Tambak Garam
SUMENEP, Berita Patroli – Warga Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep dilaporkan ke Polres Sumenep dengan dugaan pencurian perahu. Laporan tersebut diduga sebagai buntut penolakan terhadap rencana pembangunan tambak garam dengan mereklamasi pantai di wilayah setempat.
Pelapor atas nama Horri, juga warga Desa Gersik Putih. Pelapor merupakan salah satu pekerja lapangan pelaksanaan pembangunan tambak garam.
Dalam laporannya, Horri menyebut perahu yang biasa digunakan mengangkut material reklamasi dicuri oleh sekelompok orang yang tidak setuju dengan pembangunan tambak garam.
“Laporan ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya warga dilaporkan telah melakukan penyanderaan excavator dan ponton. Waktu itu pelapornya Masdura Yuhedi, penggarap tambak garam,” kata Penasihat Hukum Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menolak Reklamasi (Gema Aksi), Marlaf Sucipto, Senin (19/6/2023).
Atas laporan dugaan pencurian perahu, tiga Warga Gersik Putih telah dipanggil Polres Sumenep untuk dimintai klarifikasi. Mereka adalah Yus Supriyadi, Feri, dan Homaidi. “Saya ikut mendampingi 3 warga yang datang memenuhi panggilan polisi untuk klarifikasi,” ujar Marlaf.
Dihadapan penyidik, Warga mengaku tidak ada pencurian perahu. Saat itu, beberapa orang yang menolak reklamasi memindahkan perahu yang biasa digunakan mengangkut material, dari sisi utara dermaga Tapakerbau ke sisi selatan.
“Pemindahan perahu ini satu rangkaian dengan pemindahan ponton dan excavator dari tengah laut ke Dermaga Kalianget Timur. Tujuannya, supaya tidak digunakan lagi karena warga kan menolak reklamasi,” ungkapnya.
Marlaf memastikan tidak ada pencurian perahu maupun aksi kriminalitas yang lain. Termasuk alkon pompa air perahu yang sebelumnya juga dikabarkan hilang.
“Ternyata alkon pompa air itu tidak hilang. Sudah diakui oleh operator perahu yang namanya Wardi, alkon itu diambil sendiri pasca kejadian itu,” ungkapnya.
Sementara Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti ketika dikonfirmasi belum bisa berkomentar banyak terkait warga Gersik Putih yang dilaporkan ke Polisi. Namun ia menyebut sudah ada 15 orang yangdiperiksa sebagai saksi.
“Kasus ini masih lidik. Untuk terlapor sebagian sudah kami periksa. Ditunggu saja kalau proses ini sudah selesai,” ujarnya.
Sebelumnya, warga mengatasnamakan Gema Aksi berunjuk rasa dengan menghentikan paksa kegiatan reklamasi laut untuk pembangunan tambak garam di kawasan Pantai Desa Gersik Putih pada Jumat (14/4/2023).
Selain protes terhadap Kepala Desa Muhab beserta perangkatnya atas kebijakannya memfasilitasi rencana pembangunan tambak, warga juga menghentikan paksa penggarapan tambak di tengah laut. Bahkan, excavator beserta operatornya yang tengah menguruk laut juga dipindah ke lokasi awal di Dermaga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget.
Aksi warga itu merupakan kesekian kalinya sebagai bentuk penolakan pembangunan tambak garam. Namun meski warga menolak, Pemerintah Desa beserta penggarap tetap ngotot mereklamasi Pantai untuk membangun tambak seluas 42 hektar.
Warga keberatan dengan pembangunan tambak garam tersebut karena dinilai akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan ekosistem laut. Penghasilan warga sekitar dan nelayan luar yang biasa menangkap ikan dan mencari rajungan di kawasan tersebut juga terancam hilang
(Red)
