Connect with us

Berita Patroli

JATIM

Para Pedagang Kaki Lima Mengeluh Harga Sewa Stan Di KBS Sangatlah Mahal

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya (Anas Karno) Reses Dengan Para Pedagang KBS

Surabaya – Berita Patroli – Wakil Ketua Komisi B DPRD kota Surabaya Anas Karno menerima keluhan para pedagang sekitaran wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS) soal harga sewa stand yang di nilai mahal.

Keluhan pedagang tersebut di sampaikan melalui kegiatan reses yang di gelar di wilayah kelurahan Siwalankerto, Senin(8/5/2023) lalu.

“Harga sewa di hitung perhari. Nilainya Rp. 300 ribu perhari. Sedangkan hari Sabtu sewanya naik menjadi Rp. 500 ribu dan Minggu Rp. 600 ribu,” kata salah satu pedagang sekitaran KBS, Misidi.

Masidi warga Siwalankerto yang sudah berdagang di sekitaran wisata KBS selama 2 tahun, juga mengeluhkan mahalnya harga sewa stand pada event-event tertentu.

“Untuk event tertentu saya harus membayar Rp.7 juta untuk sewa 7(tujuh) hari. Kemudian Rp. 12 juta untuk sewa selama 10(sepuluh) hari. Makanya banyak pedagang yang gak kuat ikut berjualan di KBS,” ungkap pedagang makanan Korea dan Boba ini.

Misidi menambahkan selain harga sewa stand yang mahal, bentuk stand juga harus menyesuaikan syarat pihak manajemen.

“Ukuran stand cuma 2 x 2 meter. Itu saja booth-nya harus sesuai ukuran dari KBS. Jika tidak maka tidak di boleh jualan,” tandasnya.

Dengan aturan harga sewa stand di sekitaran KBS itu, membuat Misidi ragu untuk berdagang. Ia pun berencana untuk mundur, karena keberatan membayar sewa stand.

“Ini saya gak tahu, mau mundur apa gimana. Saya sangat keberatan bayarnya. Karena kalau hari-hari biasa itu bayarnya Rp. 300 ribu. Tetapi tidak ada yang beli karena pengunjungnya berkurang. Jadi kadang-kadang buat bayar sewa stand saja gak cukup,” paparnya.

Mendengar kelurhan itu, Anas Karno akan sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan pihak Perusahaan Daerah Taman dan Satwa (PDTS) KBS.

“Ini menjadi atensi dan catatan khusus. Saya akan sampaikan keluhan ini agar bisa di carikan solusi,” tandas Anas.

Legislator PDIP Surabaya ini berpendapat, bahwa idealnya harga sewa stand itu, mempertimbangkan neraca penghasilan pedagang penyewanya.

“Apalagi para penyewa itu para pelaku UMKM. Seharusnya pihak KBS bisa menjaga sustainable kegiatan perdagangan UMKM. Sebagai bentuk pemberdayaan UMKM Surabaya,” pungkas Anas. (Arinta/ Marthin/ Tommy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in JATIM

To Top