Hukum dan Kriminal
Tak Digubris Minta Uang ke Sang Istri di Taiwan, Seorang Ayah Aniaya Anak Kandungnya

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan. Tak dikirim uang oleh istrinya yang bekerja di Taiwan seorang bapak di Magetan tega menganiaya anak kandungnya yang berusia 9 tahun. Akibat ditendang korban mengalami pendarahan di bagian dalam perutnya
MAGETAN – Berita Patroli – Dedi Sulistiyono (36), warga Desa Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diamankan anggota Satuan Reskrim Polres Magetan karena menganiaya anak kadungnya hingga korban dirawat dan dioperasi RSUD Sayidiman Magetan.
Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan mengatakan, pelaku tega menendang perut anak kandungnya karena kesal permintaan uang kepada istrinya yang bekerja di Taiwan tidak ditanggapi.
“Kejadiannya Hari sabtu (30/9), korban disuruh menelpon ibunya untuk meminta uang sebesar Rp 300.000 namun tidak diberi karena belum gajian sehingga tersangka marah,” ujarnya ditemui disela pemantauan kebakaran Gunung Lawu, di Pos Ngiliran Rabu (4/10/2023).
Muhammad Ridwan menambahkan, dari keterangan pelaku, korban yang baru duduk di kelas 3 SD tersebut ditendang 2 kali pada bagian perut. Kejadian di teras rumah tersebut disaksikan nenek korban atau orangtua tersangka.
“Kejadiannya di teras rumah, korban ditendang bagian perut oleh tersangka, disaksikan oleh neneknya, Ibu Simpen. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Sayidiman karena mengalami pendarahan di bagian dalam,” imbuhnya.
Dari hasil pemeriksaan pihak Rumah Sakit Umum Sayidiman, korban dinyatakan mengalami trauma terhadap benda tumpul. Kondisi awal korban mengeluh dan nyeri di perut.
“Tindakan medis dioperasi dieksplorasi ada pendarahan di bagian rongga perutnya, sudah dikontrol pendarahannya, sudah dilakukan transfusi darah. Hasil labnya mengalami perubahan yang siginifkan,” ucap Muhamamd Ridwan.
Terungkapnya kasus penganiayaan terhadap anak kandung tersebut berawal dari adanya laporan salah satu warga terkait dirawatnya pasien di RSUD Magetan karena warga mencurigai adanya dugaan penganiayaan. Dari keterangan pelaku yang bekerja menjual es krim keliling tersebut, ia sering kali menganiaya korban jika merasa jengkal.
“Tersangka ini emosi, dan jengkel saat permintaan uang kepada istrinya di luar negeri itu tidak ditanggapi,” ucap Ridwan.
Untuk mempertaggungjawabkan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap anak di bawah umur, polisi akan menjerat tersangka dengan pasal 44 ayat 1 dan 2 UU RI No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan pasal 80 ayat 2 dan 4 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan Hukuman Pidana Penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 10 tahun.
Tidak hanya itu saja, pidana juga ditambah sepertiga dari putusan hakim karena dilakukan oleh orang terdekat atau ayah kandungnya sendiri.
(Red)
