Hukum dan Kriminal
Tetapkan 5 Orang Tersangka, Polres Jember Grebek Percetakan yang Produksi Dokumen Negara Palsu di Kalisat

Kepala Kepolisian Resor Jember AKBP Bayu Pratama Hubungi.S.H.,S.I.K.M.Si saat melakukan jumpa pers kepada awak media Kapolres mengatakan, “Kita akan tegakkan hukum secara PRESISI tanpa pandang bulu,ini kita bisa kita ungkap dan tangkap terkait Pemalsuan surat surat berharga, SHM, SIM dan lainnya
JEMBER – Berita Patroli
Polres Jember mengungkap kasus pemalsuan dokumen negara yang dilakukan oleh komplotan pemalsu yang berada di Kalisat.
Pengungkapan tersebut ditandai dengan penggrebekan lokasi percetakan mencurigakan yang berada di Kecamatan Kalisat, Jember oleh Satreskrim Polres Jember.
Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengatakan bahwa sebanyak lima orang ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen negara tersebut.
“Ada lima tersangka yang berhasil kami amankan dari ungkap ini, dimana peran kelimanya berbeda-beda, 1 orang dengan sebagai pemilik percetakan, 2 orang merupakan karyawan percetakan, 1 tersangka yang berasal dari Sragen sebagai editor, dan 1 tersangka wanita, sebagai pencari orang yang membutuhkan,” kata Bayu dalam konferensi pers di Mapolres Jember, Kamis (10/10/2024).

Ajun Komisaris Polisi Fahmi Adiatma.S.H ,S.I.K Kasatlantas Polres Jember , berhasil ungkap pemalsuan SIM ( surat izin mengemudi ) Perwira pertama asal bumi AREMA yang dikenal santun dan ramah
Bayu menerangkan, dokumen negara yang sering dipalsukan oleh para tersangka di antaranya KTP, SIM, Buku Nikah, Ijazah hingga Sertifikat Tanah.
Bayu mengungkapkan, praktik ilegal tersebut dilakukan para tersangka sejak Juni 2024 lalu dan telah mencetak sekitar 120 dokumen negara palsu berbagai jenis.
Para tersangka ini tidak hanya memalsukan dokumen untuk pelanggannya yang ada di Jember, tapi juga di luar Jember seperti di Kalimantan Barat, NTB, dan Banten.
Bayu menjelaskan bahwa terungkapnya pemalsuan dokumen negara ini bermula saat ada warga yang mengaku memiliki SIM namun tanpa pernah melakukan perekaman SIM.
“Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata yang bersangkutan membuat SIM dengan dibantu seseorang yang salah satunya menjadi tersangka. Kemudian kami tindak lanjuti dengan penyidikan, hingga semua tersangka berhasil kami amankan,” jelasnya.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 1 unit mesin fotocopy, 1 set komputer, printer, alat cetak dokumen, dan juga beberapa material lainnya.
Sedangkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 263 ayat 1 KUHP.
“Ancamannya enam tahun penjara,” tegas Bayu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pencatatan dan Kependudukan Kabupaten Jember Isnaini Dwi Susanti mengapresiasi pengungkapan kasus pemalsuan dokumen negara tersebut.
(Tim)
