Connect with us

Berita Patroli

JATIM

Diduga ada Jual Beli Jabatan di Dinas Kesehatan Kota Kediri, Baru Menjadi ASN sudah Menjadi Plt Pimpinan Puskesmas Balowerti

Kediri, Jatim — Pelayanan kesehatan di Kota Kediri menjadi perhatian serius masyarakat, dimana layanan di Puskesmas dan Rumah Sakit pada umumnya di rasa sangat tidak berkompromi dengan masyarakat, mulai dari antrian yang terlalu lama serta ribet nya mengurus administrasi yang berakibat pasien harus bolak balik memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pelayanan yang di inginkan, semoga ini juga menjadi perhatian khusus oleh pemerintah Kota Kediri.

Ditambah lagi adanya dugaan permainan dalam Penempatan jabatan pimpinan sebagaimana terjadi di Puskesmas Balowerti yang dirasa tidak sesuai aturan yang berlaku. Dimana secara administrasi dan persyaratan sebenarnya belum atau tidak memenuhi persyaratan namun terkesan dipaksakan. Info yang di dapat dari koran ini di Puskesmas Balowerti terjadi penilaian pegawainya atas dasar suka atau tidak suka sehingga berdampak pada kondisi kerja yang tidak kondusif dan menyebabkan ASN yang kinerjanya baik mengajukan pengundurkan diri dari tugas tambahan menjadi pengelola keuangan dan tata usaha, dan ada juga pegawai yang berprestasi dan berkinerja baik malah di mutasi/disingkirkan.

Mengacu dari aturan yang ada Pimpinan Puskesmas yang baru seharusnya atau setidak tidaknya pernah menduduki jabatan fungsional tenaga kesehatan jenjang ahli pertama minimal 2 tahun, akan tetapi informasi yang didapat, Plt Pimpinan Puskesmas Balowerti ini belum pernah menduduki jabatan tersebut, hal ini yang miris lagi, Plt tersebut baru mendapat SK ASN bulan April 2023.

Dari penelusuran koran ini diperoleh keterangan dari Narasumber bernama Kus Pramudiono yang juga Purnawirawan berpangkat Letkol dengan dinas Terakhir di Kasatpam Denma Koarmada II ini mengatakan bahwa “Plt Pimpinan Puskesmas Balowerti saat ini merupakan anak dari mantan Kepala BKD Kota Kediri, dimungkinkan karena ada loby (main mata) dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri yang dulu masih dijabat Dr. Fauzan, dan sekarang di gantikan oleh Sumedi sebagai Plt, hal ini berdampak pada situasi dan kondisi di Puskesmas Balowerti menjadi tidak kondusif atau timbul gejolak, sehingga dikhawatirkan akan menurunkan kinerja pelayanan Puskesmas Balowerti yang selama ini telah berjalan baik.

“Ini ada apa mas?, apakah mungkin ada intervensi atau pengaruh dari bapaknya yang dulu juga mantan kepala BKD, terus kalau dilihat dari kompentesi dia ini juga baru mendapatkan SK ASN, tahu-tahu sudah menjadi Plt Pimpinan Puskesmas, apakah dilingkungan Pemkot Kediri tidak memiliki ASN yang memenuhi persyaratan menjadi Kepala Puskesmas atau memang sebuah kesengajaan yang direncanakan atau memang benar terjadi KKN, kondisi seperti ini berpotensi menjadikan pelayanan kepada masyarakat bisa mengalami kemunduran. Hal ini patut diusut mas” Ungkap Kuspram agar tercipta ASN yang bersih, profesional, dipercaya dan bebas KKN.

Lanjutnya “Permintaan pindah secara tertulis tidak pernah, hanya melalui wa kalau ingin pindah karena situasi kerja tidak kondusif, karena adanya fitnah yg ditujukan kepada yang bersangkutan, dan pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2023, ybs dipanggil ke dinkes untuk bertemu dengan beberapa pejabat di dinas, dan hasil pertemuan tersebut, ybs bersedia untuk tetap di Balowerti demi persiapan pelaksanaan akreditasi Puskesmas. Tapi pada hari Jum’at pagi tanggal 28 Juli 2023, sudah ada surat mutasi kepada ybs, selama ini dokumen Akreditasi dan laporan-laporan Puskesmas lainnya sebagian besar sudah diselesaikan oleh ybs” Pungkasnya.

Saat di konfirmasi Sumedi selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri mengatakan “kalau masalah itu saya belum disana mas, itu masih Dr Fauzan yg menanda tangani jabatan Plt pimpinan puskesmas balowerti, karena bersamaan dengan akan adanya program akreditasi, karena disana hanya ada 2 dokter yg satu belum ASN dan yang satu sudah ASN, jadi di pilih Dr Armando yang sudah ASN, benar juga ada yang mengundurkan diri dari tugas tambahan karena inisiatif sendiri karena sudah 14 tahun mungkin capek, dan yang di mutasi karena adanya situasi yang kurang kondusif, kalau tidak di mutasi malah menghambat kinerja juga apalagi mau akreditasi, dan yang bersangkutan juga pernah bilang minta untuk di pindah karena situasi tidak kondusif, ya kita turuti to mas” Jawab Sumedi Jumat (4/8) di kantornya Dinas Kesehatan Kota Kediri. (ND, BG)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in JATIM

To Top