Connect with us

Berita Patroli

JATIM

Haji Asto dan Hengky 2 Mafia Besar Solar Subsidi ” Spanyol” Asal Jawa Timur Kebal Hukum.

Foto : istimewa

 

Gresik – Berita Patroli – Kedua Nama besar Bos BBM subsidi tersebut sudah tidak asing dikalangan pemain Solar Subsidi di jawa timur. Tertangkapnya Haji Wakied oleh mabes Polri Beberapa waktu silam membawa berkah bagi kedua mafia Solar Subisidi asal Gresik dan Madiun ini (Haji Asto dan Hengky).
Dari hasil investigasi di lapangan, gudang BBM milik Haji Asto yang berada di desa Suci Gresik ini tampak lalu lalang truk tangki jenis Solar (PT.TMJ, Tsar).
Truk tangki dengan isi solar Spanyol sedianya dikirim untuk kebutuhan sejumlah kapal tangker di pelabuhan perak. Selebihnya Solar – solar hasil “Nimba” di sejumlah Spbu yang dikemas dengan (DO) PT kemudian dikirim untuk kebutuhan Industri dan Galian yang tersebar di wilayah Jawa timur.
Sumber melimpahnya BBM milik kedua mafia ini berasal dari para pengangsu – pengangsu di wilayah Jiwan Madiun, Kepanjen Malang, Wates, Kras Kediri, Jombang dan sejumlah kota- kota di Jawa Timur.
Dari keterangan beberapa pengangsu Solar mengatakan, saya ini tidak maling solar lo mas, saya ini kan beli dari satu spbu pindah ke spbu lain, biasanya kalau sudah dapat 5 KL solar langsung di beli PT dengan keuntungan sekitar 3-4 jt,” ujar BR.
Sumber solar Haji Asto juga berasal dari Kepanjen Malang dengan pemain atas nama Mul. Dalam sekali aktifitas Pengangsu Solar ini mampu mendapatkan solar 5-8 KL dalam 1-2 malamnya.
Sedangkan Sumber solar spanyol milik Hengky berasal dari Jiwan kabupaten Madiun. Untuk Madiun Pemainnya atas nama Kuwek atau Abdulrahman.Dalam sepekan dipastikan ribuan liter solar subsidi berhasil di ambil dari sejumlah Spbu kemudian di naikan ke tangki PT dan diberi surat jalan (DO).
Untuk wilayah Gresik dan Lamongan dikendalikan oleh Andre dengan aktivitas yang sama.Modus oprasi para Maling solar subsidi tersebut masih cara lama. Mereka masih gunakan truk tangki Modif. Beli solar dari satu spbu pindah ke spbu lainnya.
Wilayah Sidoarjo, Mojokerto,  Pasuruan, Blitar, Tulungagung. Nganjuk, Tuban, Bojongoro, Ponorogo, Pulau Madura Khususnya spbu didaerah pinggiran kota juga jadi lahan empuk para penimba solar Subsidi ini.
Hilir dan mudiknya solar subsidi menjadi solar non subsidi yang sudah berjalan hampir 5 tahun trakhir ini menjadi berkah sejumlah oknum LSM, Wartawan, Oknum Polisi.Karena ada sejumlah uang atensi bulanan yang diterima 3 oknum tersebut. Nilai atensi mulai 500 ribu hingga 1 juta per oknum.
Akibat ulah mafia solar ini dipastikan negara dirugikan ratusan juta dalam sepekannya. UU no 22 tahun 2001 Tentang migas sudah di jelaskan, barang siapa yang menyalahgunkan BBM subsidi maka diancam hukuman penjara 5 tahun dan denda 6 milyart.
Hingga berita ini diturunkan Haji Asto dan Hengky belum bisa dikonfirmasi.Bersambung keterangan penimba solar dan sopir truk tangki. (ris.had)
Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in JATIM

To Top