Connect with us

Berita Patroli

JATIM

Sosok yang Dicurigai Keluarga Mayat dalam Karung di Kediri

Mayat dalam Karung di Kediri

KEDIRI, Berita Patroli – Pihak keluarga menaruh curiga terhadap orang dekat dalam kasus kematian Desy Nurlailatul Khoiriyah (20) gadis fotocopy asal Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Sosok yang dicurigai oleh Maryono (73) selaku kakek korban serta Sulastri (41) ibu korban tak lain adalah ayah korban sendiri SP. Pasalnya, sampai hari ini suami Sulastri itu menghilang.

Menurut Maryono, menantunya itu diduga terlibat dalam kematian cucu tersayangnya. Maka, pria paruh baya itu minta supaya SP segera ditemukan.

“Kok tego mulosoro anake dewe, ” tuduh Maryono ditemui di rumahnya, pada Minggu pagi (9/7/2023).

Kecurigaan Maryono terhadap SP, selaku ayah korban sangat beralasan. Sebab, pria asal Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri itu merupakan orang yang terakhir bersama korban di rumah Maryono, pada Rabu malam (5/7/2023).

Keterangan Maryono ini diperkuat oleh anaknya Bahrodin (44) yang tinggal bersebelahan. Bahrodin mendengar suara jeritan dari dalam rumah Maryono malam itu.

Tetapi karena dikira korban bersama ibunya, Bahrodin pun bergegas pergi untuk mengikuti pengajian. Ternyata, Bahrodin salah mengira, karena kakaknya Sulastri (ibu korban) sedang berada di Blitar.

Rabu pagi, Sulastri diantar SP ke rumah saudaranya di Blitar untuk takziah. Kemudian, suaminya kembali ke Kediri. Diduga SP menemui korban di rumah mertuanya Maryono.

“Sewaktu saya mau berangkat pengajian, mendengar suara jeritan. Saya pikir korban sedang bersama ibunya. Ternyata, ibunya tidak ada di rumah. Ibunya sedang di Blitar, ” terang Bahrodin ditemui di rumahnya.

Sepulang dari pengajian, Maryono sudah tidak mendapati cucu tersayangnya. Biasanya, kata Mbah Maryono, Desy pulang kerja dari tempat fotocopy di Desa Dukuh, Ngadiluwih, sekitar pukul 20.00 WIB.

“Rebo bengi anaknya sudah ndak ada. Rumah sepi dan kamar berantakan, ” ungkap Maryono.

Sejak Rabu malam korban sudah menghilang. Sampai akhirnya korban ditemukan meninggal dunia dalam karung di kawasan persawahan Desa Bulu Pasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada Sabtu pagi (8/7/2023).

Sementara itu menurut Sulastri, ia terakhir kali bertemu dengan korban di rumah orang tuanya Maryono di Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Sudah menjadi kebiasaan Desy, selalu pulang ke rumah kakeknya saat istirahat siang. Dia bekerja pada sebuah tempat fotocopy di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih.

“Saya ketemu pada Hari Rabu siang. Kemudian saya pergi ke Blitar,” ungkap Sulastri.

Sulastri diajak suaminya takziah ke Blitar. Baru keesokan paginya dia dijemput oleh suaminya. Mereka tiba di rumah Maryono, pada Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 07.00 WIB.

“Suami saya bilang, tidak usah mencari anak saya, karena sudah bekerja di Lamongan,” akui ibu satu anak itu.

Sulastri tidak menaruh curiga apapun. Dia juga percaya bahwa Desy memang telah mendapat pekerjaan baru di Lamongan sebagaimana cerita suaminya.

Apalagi pagi itu, suaminya pamit untuk pergi ke Lamongan untuk mengantarkan sejumlah pakaian korban. Sang suami buru-buru pergi dengan menaiki sepeda motor Honda Beat yang biasa dipakai korban bekerja.

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra mengatakan, masih belum memastikan pelaku pembunuhan mayat dalam karung.

(Red)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in JATIM

To Top