JATIM
Pengedar Sabu Ditangkap Di Rumah Sidotopo

Tersangka Dan Barang Bukti Sabu
SURABAYA . Berita Patroli – Tak punya pekerjaan membuat pria ini nekat menjadi pengedar sabu-sabu (SS). Tersangka RM, 37, warga Jalan Irawati, Sidotopo, Surabaya, ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya di depan rumahnya.
Saat penggeledahan ditemukan 44 poket sabu yang disimpan dalam dompet. Saat ditimbang, sabu tersebut memiliki berat 18,44 gram.
Pengakuan RM kepada polisi, ia mendapat sabu tersebut dari seseorang yang biasa disapa Mat. Serbuk amfetamin itu dikirim langsung oleh sang bandar ke rumahnya. Sabu tersebut sudah dalam kemasan poket siap jual dengan berat yang berbeda-beda.
“Pengakuannya, tersangka hanya menjualkan sabu saja. Sementara uangnya akan disetor saat Mat datang menagih,” kata Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Daniel Marunduri, Jumat (4/8).
Tersangka RM mengatakan, awalnya ia mendapat 49 poket sabu dengan berat dari 0,2 sampai 1 gram. Ia membeli sabu sesuai dengan nominal uang pelanggannya. Tersangka baru menjual lima poket sabu. Nah, polisi juga menemukan uang Rp 305 ribu dalam dompet tersangka. Diduga uang ini hasil penjualan sabu.
“Dia mengaku baru diberi dua jam sebelum ditangkap. Termasuk cepat. Dia sudah punya pelanggan sendiri, tapi tidak kenal namanya,” jelas Daniel.
Menurut dia, tersangka RM menjual barang haram itu di depan rumahnya. Pelanggannya datang sendiri ke lokasi. Tersangka tidak tahu pasti berapa upah yang didapat. Biasanya di kisaran Rp 100 ribu sampai Rp 900 ribu per poket. “Upah baru didapat setelah semuanya habis terjual,” ujar Daniel. (Red)
