Connect with us

Berita Patroli

JATIM

Cerita Bimbim ‘Leak’ disiksa Napi Saat Dipenjara di Tahanan Surabaya

ilustrasi

SURABAYA, Berita Patroli – Bimbim ‘Leak’ atau Bambang Bima Adhis Pratama pernah dipenjara di dalam sel tahanan Polrestabes Surabaya. Ia dipenjara pada tahun 2020 lalu karena kasus penistaan agama karena merubah lirik lagu Aisyah.

Pengalaman pahit pria berambut pirang di penjara itu kembali diceritakan oleh Bimbim di channel youtube Firza Falaza. Video dengan durasi 33:31 menit itu telah ditonton 19 ribu orang dan di upload dua minggu lalu dengan judul Kehidupan Kelam Bimbim Leak saat Dipenjara | Podcast Candu Eps. 5.

Dalam video tersebut, Bimbim Leak menjelaskan jika saat ia membuat video yang menjadi kontroversial di Indonesia itu dalam kondisi mabuk. Ia membuat video plesetan lagu Aisyah tersebut dengan maksud bergurau.

“Tak pikir pas iku biasa ae. Aku tangi turu mas. Lah kok maringono seng nyerang sak mono akehe (saya pikir itu biasa aja mas. Aku bangun tidur, lah kok habis itu yang nyerang (aku) segitu banyaknya,” ujar Bimbim Leak di video Firza Falaza.

Bimbim Leak menambahkan, dalam kasus penistaan agama itu, ia ditangkap dalam waktu 2×24 jam sejak ia membuat video plesetan lagu Aisyah. Ia mengaku saat itu seharusnya ia ditaruh di dalam sel yang berbeda. Namun, karena situasi pandemi Covid 19, Bimbim Leak berada pada satu sel yang sama dengan penjahat kriminal jalanan Surabaya.

“Aku ngrawat jambret. Dee (jambret) ditembak 5, gak iso mlaku. Sampek isok mlaku. Lah kok (pas wes mlaku) aku diantemi. (Aku merawat jambret (di sel tahanan). Dia (jambretnya) ditembak 5 kali. Ga Bisa jalan. Lah pas bisa jalan aku dipukuli,” kata Bimbim diselingi dengan gurauan bersama Firza Falaza.

Firza Falaza lantas memberikan pertanyaan kepada Bimbim Leak terkait pengalaman pertamanya masuk ke dalam sel tahanan di Polrestabes Surabaya. Bimbim mengaku, ia disoraki oleh sesama napi dan disuruh berjalan jongkok. Saat itu, Bimbim nurut dengan perintah itu. Ia berjalan jongkok dari pintu tahanan sampai ke dalam sel dengan membawa kresek berisi baju.

“Ada dua sel cewek yaitu A dan B. Lalu 4 Sel pria C,D,E,F. Orang-orang itu melihat dari spion. Spion itu pecahan kaca. Dikeluarkan sedikit begitu di celah besi sel,” tutur Bimbim.

Bimbim Leak melanjutkan cerita. Pria bertato itu lantas menggambarkan denah sel tahanan Polrestabes Surabaya yang serupa dengan setengah lingkaran. Ia juga disuruh salim ke sesama tahanan. Setelah masuk ke sel, ia langsung dipukuli oleh sesama tahanan. Ia langsung ditarik ke tempat yang tidak terjangkau oleh CCTV sel tahanan Polrestabes Surabaya.

“Dipukuli orang enam. Ada jeda pas mukulin. Selama jeda itu juga ga omong-omongan,” imbuh Bimbim.

Siksaan yang rutin dijalani oleh Bimbim Leak selama di penjara Polrestabes Surabaya adalah ditetesi plastik kakinya. Ia merasa siksaan tetesan lilin hingga membuat kakinya bolong itu adalah hal yang paling berat. Ia bahkan sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak karena takut setiap malam kakinya ditetesi oleh plastik yang dilelehkan.

Di video channel youtube Firza Falaza itu, Bimbim mengatakan jika ia mendapatkan penyidik Polrestabes Surabaya yang baik. Namun, ia tidak bisa mengadukan perbuatan tahanan lain yang menyiksanya karena takut. Di menit 16:19 Bimbim menunjukan bekas siksaan oleh tahanan Polrestabes Surabaya di bagian kepala. Firza lantas memegang kepala bagian atas Bimbim. Menurut Firza, ada cekungan di bagian kepala Bimbim.

“Bekas ini (dikepala) yang abadi. Sama di bagian rusuk ini retak,” tambah Bimbim.

Penyiksaan itu dialami Bimbim Leak selama 1,5 bulan. Ia sempat putus asa karena tidak kuat menghadapi siksaan. Saat itu, ia melihat selang yang bergelantung dan berpikir mengakhiri hidupnya. Namun, Bimbim Leak mengurungkan niat bunuh diri di dalam sel tahanan karena keesokan harinya, ia dibesuk oleh keluarga.

Pria yang memiliki akun tiktok @Bimbimadhispratama itu bersyukur saat itu keluarganya selalu support dengan kondisinya. Baginya, dukungan keluarga adalah hal penting yang membuat moralnya terus kuat mempertanggungjawabkan perbuatannya di Sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Berkat dorongan moral keluarganya, Bimbim Leak akhirnya berani untuk melawan para tahanan yang sering menyiksa dirinya. Ia dengan berani bertengkar dengan 3 orang sekaligus. Pasca perlawanan itu, penyiksaan terhadap Bimbim Leak selesai.

“Pesannya bapakku, kalo berani jangan takut. Kalau takut jangan macak berani,” jelas Bimbim.

(Red)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in JATIM

To Top