JATIM
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gagalkan Penyelundupan 6 Elang Langka

3 burung elang anakan yang diselundupkan
SURABAYA, Berita Patroli – Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggagalkan upaya penyelundupan 6 elang langka dari Makassar, Rabu (28/06/2023). Dari peristiwa itu, Polisi menetapkan satu tersangka berinisial Aris Defi (33) warga Dukuh Pakis, Surabaya.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ryzki Wicaksana menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari petugas jaga di pelabuhan Tanjung Perak yang curiga dengan keberadaan dua kotak yang dibawa oleh Aris.
Saat diperiksa, petugas menemukan 3 burung elang remaja, dan 3 burung elang anakan. Mendapati temuan itu, anggota di lapangan langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Surabaya.
“Setelah dilakukan pengecekan oleh BKSDA, ternyata masuk kategori satwa langka yang dilindungi. Sehingga tersangka langsung kami amankan karena tidak memiliki kelengkapan surat,” ujar Arief, Minggu (16/07/2023).
Aris lantas dibawa ke kantor Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kepada petugas, dia mengaku mendapatkan titipan burung tersebut dari sopir truk bernama Rudi yang saat ini telah ditetapkan buron. Ia mengaku mendapatkan imbalan agar mengantarkan keenam burung tersebut ke Solo, Jawa Tengah.
“Saat ini kami masih mendalami apakah ini komplotan atau bukan. Kami masih mengejar baik pemesan yang ada di Solo dan yang mengirimkan dari Makassar,” imbuh Arief.
Saat ini, keenam burung elang langka itu telah dititipkan untuk dirawat oleh BKSDA Kota Surabaya. Petugas kepolisian juga menyita satu handphone dan satu buah kartu ATM milik Aris. Kepada awak media, Aris mengaku jika ia nekat menjadi kurir satwa langka karena tak mempunyai pekerjaan tetap.
Kepada pelaku Aris, polisi menjeratnya dengan pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara dan denda Rp100 juta.
(Red)
