Connect with us

Berita Patroli

JATIM

8 Saksi Kasus Kontrakan Berdarah Dipanggil Polres Ponorogo

Kasus Kontrakan Berdarah

PONOROGO, Berita Patroli – Satreskrim Polres Ponorogo memanggil delapan saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus rumah kontrakan berdarah di Dusun Jatisari, Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

Saksi-saksi yang telah diperiksa di Mapolres Ponorogo itu, antara lain pasangan suami istri pemilik kontrakan, anak pemilik kontrakan, tetangga, ketua RT dan pemilik warung yang tak jauh dari rumah kontrakan tersebut.

“Saksi yang sudah kita periksa ada delapan orang. Mulai pemilik kontrakan hingga pemilik warung, di mana pengontrak pernah membeli makanan,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudi Kurnia, Selasa (4/7/2023).

Pengambilan keterangan dari para saksi terus dilakukan, sembari menunggu hasil pencocokan dari Laboratorium Forensik Polda Jatim. Pencocokan itu terkait dengan sampel DNA di tubuh mayat yang ditemukan di Ngawi beberapa waktu lalu, dengan bercak darah yang menempel pada daun pintu kamar rumah kontrakan.

“Dua sampel sudah kita kirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim, masih berproses,” katanya.

Terkait dengan dugaan pembunuhan di rumah kontrakan di Kecamatan Jenangan itu sebenarnya sedikit ada titik terang. Ada petunjuk yang mengarah bahwa korbannya adalah mayat terbungkus karpet yang ditemukan di bawah jalan tol di Ngawi beberapa waktu yang lalu. Sebab, karpet pembungkus mayat itu, identik dengan karpet yang hilang di rumah kontrakan di Kecamatan Jenangan.

“Menurut pemilik kontrakan, karpetnya yang hilang, identik dengan karpet pembungkus mayat di Ngawi,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Nganjuk tersebut.

Namun, Satreskrim Polres Ponorogo tidak mau gegabah jika titik terang pengungkapan kasus rumah kontrakan berdarah itu hanya lewat karpet saja. Niko ingin pembuktian secara ilmiah. Yakni dengan pencocokan sampel bercak darah di pintu kontrakan, dengan sampel DNA di tubuh di mayat terbungkus yang ditemukan di Ngawi.

“Kita masih menunggu hasil pencocokan oleh Laboratorium Forensik Polda Jatim. Untuk perkembangan lebih lanjut pasti akan segera disampaikan,” ungkapnya.

Niko sapaan Nikolas Bagas Yudi Kurnia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya beberapa hari terakhir, untuk melaporkan ke pihak kepolisian.

Laporan kehilangan dari masyarakat, dimungkinkan bisa menjadi petunjuk untuk pengungkapan kasus tersebut.

“Belum ada masyarakat yang melapor terkait kehilangan keluarganya,” pungkasnya.

(Red)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in JATIM

To Top