JATIM
Ratusan Korban Pembeli Apartemen Puri City Lapor Polda Jatim

Merasa Ditipu Rp 28 Milyar, 112 Nasabah Pembeli Apartemen Puri City
SURABAYA, Berita Patroli – Sebanyak 112 orang konsumen Puri City yang merasa jadi korban pembelian apartemen melapor ke Polda Jatim. Para korban menuntut agar direksi PT MBC selaku perusahaan yang menaungi apartemen Puri City ini bertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Hufron selaku kuasa hukum para pelapor mengatakan, pihaknya melaporkan kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang ke SPKT Polda Jatim dengan nomor LP/B/394/VI/2023/SPKT/Polda Jawa Timur.
Hufron menjelaskan, para nasabah pembeli unit apartemen Puri City di jalan Soekarno Hatta MERR Kota Surabaya ini sudah berkali-kali meminta agar jajaran direksi melakukan serah terima unit. Namun sampai tahun 2019 unit belum ada dan tidak ada kelanjutan pembangunan. Bahkan sampai 26 Juni 2023 belum ada serah terima.
“Hari ini Ec Dra Ninik Yuniarsih sebagai pelapor dan mewakili 112 nasabah yang lain yang dirugikan dengan nilai Rp 27,9 miliar dan kemudian pelapor menuntut agar direksi diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku karena diduga melakukan janji janji, tipu muslihat yang mestinya pada 24 September 2021 pelapor sudah menerima unit tapi ternyata sampai sekarang tidak kunjung serah terima,” ujar Hufron, Senin (26)6/2023).
Hufron menambahkan, ada dugaan kuat pihak direksi akan mengalihkan aset-aset dan bukan bertujuan untuk kelanjutan pembangunan apartemen tersebut. Ternyata dana nasabah tidak digunakan untuk membangun. Untuk itu, pihaknya mengadvokasi para korban, agar Polda Jatim menindaklanjuti laporan ini dan segera mendalami apakah laporan pihaknha ada unsur penipuan dan penggelapan serta tindak pidana pencucian uang.
“Sampai saat ini pembangunan masih 45-50 persen, dan tidak ada tindak lanjut sama sekali,” ujarnya.
Sementara korban Ninik Yuniarsih selaku perwakilan korban mengatakan dirinya secara pribadi dirugikan sebesar Rp 778 juta. Dan dirinya sudah membayar lunas, namun sampai saat ini belum ada penyerahan unit dari pihak pengelola.
” Saya tertarik membeli karena tempatnya strategis, dekat jalan tol, dekat sentra kuliner. Saya sudah membayar lunas Rp 778 juta sejak tahun 2019, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan terkait unit yang saya beli,” ujarnya
(Red)
