JATIM
Bupati Ikfina Bersama Gubernur Khofifah Distribusikan Air Bersih di Daerah Mojokerto

Gubernur Khofifah dan Bupati Ikfina Tinjau Distribusi Air Bersih
MOJOKERTO, Berita Patroli – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa gerak cepat mengatasi masalah air bersih di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin (19/6/2023). Didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Gubernur memantau langsung pendistribusian air bersih di daerah yang mengalami kekeringan tersebut.
Pendistribusian air bersih di Desa Kunjorowesi menggunakan mobil tangki kapasitas 4.000 liter tersebut dipantau langsung oleh orang nomor satu di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tersebut. Gubernur berkesempatan langsung mengisi sendiri jerigen-jerigen yang dibawa masyarakat untuk mengambil air bersih dari mobil-mobil tangki.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), musim kemarau 2023 di Jawa Timur diperkirakan terjadi pada Mei sampai September 2023. Sementara puncak musim kemarau akan terjadi di akhir Juli sampai Agustus 2023.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa memberikan sapaan berupa suplai air bersih. Disini kebutuhan sehari-hari rata-rata 10 tangki kapasitas 4.000 liter tapi tidak hanya di dusun ini tapi beberapa dusun lain, tadi saya lihat sudah banyak tandon dari BPBD di sejumlah titik di desa ini. Tentunya Ini jadi bagian dari upaya kita mendekatkan distribusi air bersih ke rumah-rumah penduduk,” ungkapnya.
Masih kata Gubernur, potensi kekeringan di Jawa Timur tahun 2023 ini diperkirakan terjadi di 27 kabupaten/kota yang terdiri dari 221 kecamatan, 844 desa/kelurahan dan 1.617 dusun. Dengan rincian sebanyak 500 desa kering kritis, sebanyak 253 desa kering langka, dan sebanyak 91 desa kering langka terbatas.
“Petanya sudah sangat detail. Untuk itu intervensi penanganan kekeringan ini butuh gotong royong dan kebersamaan baik dari Pemprov Jatim, Pemkab Mojokerto, maupun dari pihak kecamatan, desa, dusun sampai para relawan. Ini tadi saya lihat ada BPBD, TAGANA, TKSK dan pendamping PKH. Saya mohon jaga kekompakan dan guyub rukun untuk memberikan layanan bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Untuk mengatasi masalah kekeringan di Desa Kunjorowesi tersebut, lanjut Gubernur, pada dasarnya sudah dilakukan uji coba pembuatan sumur artesis. Namun pada kedalaman 40 meter ada bebatuan. Dimana untuk menyiapkan sumur artesis ini, secara teknologi harus disupport alat untuk mendeteksi melalui kedalaman tertentu dan keamanan tertentu.
“Selama ini, Pemprov Jatim telah melakukan uji coba pembuatan sumur artesis di beberapa titik yang memiliki potensi kekeringan saat musim kemarau. Namun tidak semua berjalan lancar karena menglami beberapa kendala. Seperti pada kedalaman tertentu ditemukan bebatuan sehingga tidak bisa diteruskan atau pada kedalaman tertentu muncul sumber air tapi kandungan garamnya tinggi sehingga tidak bisa diteruskan,” ujarnya.
Ada juga, tegas Gubernur, di daerah tertentu muncul sumber air namun kandungan minyaknya tinggi sehingga tidak bisa diteruskan. Menurutnya biasanya memang ada proses yang harus dilanjutkan ke laboratorium selama kurang lebih tujuh hari setelah ditemukan sumber air. Untuk itu, lanjutnya, upaya maksimalisasi mencari sumber air bersih akan terus dilakukan untuk memberikan substitusi ketika musim kemarau terjadi.
“Terlebih di musim kemarau yakni bulan Mei sampai September 2023 yang puncaknya diprediksi akhir Juli sampai agustus ini. Maka kita harus secara kontinyu mensuplai air bersih hingga tingkat keterpenuhan air bersih masyarakat bisa kita penuhi. Terima kasih pada seluruh pihak yang telah bersama-sama bersinergi membantu pendistribusian air bersih dan mensupport agar suplai air bersih ini berjalan lancar,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, kedatangan Gubernur sekaligus untuk bersama-sama mencari solusi bagi warga Kunjorowesi terkait kebutuhan air bersih terutama di musim kemarau. “Terima kasih atas kerawuhan Ibu Gubernur. Mugi-mugi kerawuhan ibu membawa berkah bagi masyarakat di sini,” sapanya.
Bupati menjelaskan, jika status tanggap darurat kekeringan dan karhutla tahun 2023 juga telah diterbitkan Pemkab Mojokerto terhitung tanggal 1 Juni 2023 sampai 31 Oktober 2023. Hal ini tertuang dalam Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 188.45/176/HK/416-012/2023 tentang Status Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla tahun 2023.
“Sementara Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga telah mengalokasikan anggaran reguler sebesar Rp199.350.000,- untuk pengadaan air bersih sebanyak 443 tangki dengan pembagian Desa Kunjorowesi 179 tangki, Desa Manduro Manggung Gajah dan Duyung masing-masing 132 tangki,” jelasnya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur per tanggal 18 Juni 2023 menyebutkan, krisis air melanda tiga desa di kaki Gunung Penanggungan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Yakni Desa Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro dan Desa Duyung di Kecamatan Trawas.
Total penduduk yang terdampak kekeringan air bersih mencapai 7.589 jiwa/2.409 Kepala Keluarga (KK). Dengan rincian warga terdampak di Desa Kunjorowesi sebanyak 4.937 jiwa atau 1.556 KK, Desa Manduro Manggung Gajah sebanyak 1.861 jiwa atau 597 KK dan Desa Duyung sebanyak 791 jiwa atau 256 KK.
BPBD Provinsi Jawa Timur akan terus melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan di Jawa Timur. Di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pendistribusian air selama 45 hari mulai tanggal 12 Juni sampai 26 Juli 2023. Setiap harinya distribusi air bersih ke Desa Kunjorowesi sebanyak empat tangki.
Sedangkan Desa Manduro Manggung Gajah dan Duyung masing-masing tiga tangki. Sebelumnya, guna mengantisipasi masalah Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Jatim, Gubernur memimpin langsung rakor dan Apel Siaga Gabungan Pengendalian Karhutla di Pasuruan pada, (7/6/2023) lalu.
Gubernur juga telah mengelurkan Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang Status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan Nomor 188/217/KPTS/013/2023 terhitung tanggal 17 Mei sampai 17 November 2023. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut menyerahkan bantuan bantuan berupa tandon ukuran 1.200 liter sebanyak empat unit, terpal sebanyak 30 pcs, 100 paket sembako, dua unit tandon lipat dan 300 buah jerigen dari BPBD Provinsi Jawa Timur.
(Red)
