Hukum dan Kriminal
“Pengamen Nyambi Jadi Pengedar Sabu”, Berujung Diamankan Polrestabes Surabaya

Pelaku beserta sejumlah BB diamankan (Dok. Polrestabes Surabaya)
Surabaya – Berita Patroli – Seorang pria bernama MS (29) yang sehari-hari mengamen diringkus polisi di Surabaya. Polisi menemukan bukti bahwa selain ngamen MS ternyata juga nyambi mengedarkan sabu. Dia ngaku dapat sabu itu dari Kodok.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Daniel Marunduri mengatakan penangkapan itu bermula dari informasi akurat yang berhasil dikumpulkan oleh timnya yang bertugas di lapangan tentang transaksi sabu di Surabaya.
Penangkapan terhadap MS dilakukan pada Jumat pagi (13/10/2023) sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah memastikan keberadaan MS dan lokasi pengedaran sabu, polisi bergerak ke Kapas Lor dan menangkap pengamen itu.
“Sewaktu di Kapas Lor Surabaya kami melakukan penangkapan terhadap seorang pria bernama MS,” kata Daniel saat dikonfirmasi oleh tim media, Jumat (3/11/2023).
Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan puluhan poket sabu dalam pakaian MS. Petugas pun membawanya ke Polrestabes Surabaya untuk diproses lebih lanjut.
“Kami temukan barang bukti berupa 23 bungkus plastik berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dari pakaian pelaku ini,” ujarnya.
Saat melakukan pendalaman, MS akhirnya mengakui bahwa dirinya mendapatkan sabu itu dari seseorang bernama Kodok. Menurutnya, barang haram itu dia dapatkan dengan cara diranjau.
“Beli dari laki-laki bernama Kodok hari Rabu (11/10/2023) sekitar pukul 14.00 WIB sewaktu ambil ranjauan di Makam Rangkah Surabaya sebanyak 4 gram seharga Rp 4,5 juta,” kata Daniel.
MS sendiri menyatakan bahwa maksud dan tujuan dirinya membeli narkotika itu adalah untuk dijual kembali. Sebab, setiap dagangannya laku, ia mendapat keuntungan sebesar Rp 500 ribu.
Selain mengamankan MS, polisi juga menyita 23 plastik berisi sabu beserta bungkusnya, 2 sekrop, 1 ATM, uang tunai Rp 1.36 juta, dan 2 buah ponsel. Akibat ulahnya itu, MS diancam Pasal 114 ayat (1) dan atau 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
(Red)
