Hukum dan Kriminal
“Terkait Kasus Penganiayaan Terhadap Wanita Asal Bali”, Hubinter Polri Komunikasi dengan Otoritas Thailand

Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti (dok. Polri)
Jakarta – Berita Patroli – Kasus wanita asal Bali, Ega Kusuma Winahyu (27), yang dianiaya pacarnya, warga Prancis, Arthur Stepene Marvel Raymon, di Thailand, menjadi sorotan publik. Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri berkomunikasi dengan otoritas Thailand untuk menindaklanjuti perkara tersebut.
“Hubinter sudah komunikasi dengan otoritas Thailand untuk tindak lanjut perkara tersebut,” ujar Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti saat dihubungi wartawan, Kamis (27/7/2023).
Akan tetapi, Krishna mengatakan yang terpenting korban mau diperiksa di Thailand. Pasalnya, lokasi penganiayaan terjadi di Thailand.
“Tapi kuncinya korban mau ke Thailand untuk di-BAP karena locus delicti di sana,” katanya.
Mantan Dirkrimum Polda Metro Jaya ini menambahkan pihaknya dan Polda Bali akan memberikan pendampingan terhadap korban selama pemeriksaan di Thailand.
“Hubinter dan Polda Bali akan dampingi korban kalau mau diperiksa di sana,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Bali menyampaikan akan memberikan pendampingan khusus terhadap Ega Kusuma Winahyu, korban penganiayaan pacarnya di Thailand.
“Untuk memberikan rasa aman, Polda Bali saat ini memberikan pendampingan khusus (melekat) terhadap korban, Ega,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan melalui siaran pers, Kamis (27/7/2023).
Jansen menjelaskan polisi juga memberikan pemeriksaan medis, obat-obatan, hingga vitamin kepada Ega. Bahkan Polda Bali juga akan menunjuk personel untuk mendampingi Ega ke Thailand untuk mengungkap dugaan penganiayaan tersebut.
Jansen mengatakan Polda Bali dan Polresta Denpasar sudah mengambil keterangan Ega. Polda Bali juga berkoordinasi dengan Imigrasi, Divisi Hubungan Internasional Polri, termasuk Kepolisian Thailand, untuk mengungkap kasus tersebut.
Jansen menerangkan penganiayaan terhadap Ega terjadi sekitar pukul 02.30 waktu setempat, Rabu (19/7/2023), di Hotel Icon Karon, Phuket, Thailand. Ega kemudian membuat laporan di National Police Agency di Krarop Police Station Phuket Provincial Police Region 8 pada pukul 05.12.
Ega pulang ke Bali dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 18.30 Wita, Rabu (19/7/2023). Sementara itu, Raymon tiba di Bandara Ngurah Rai esok harinya.
(Red)
