Hukum dan Kriminal
Diduga Gelapkan Barang Warisan, Seorang Wanita Dilaporkan Menantunya ke Polsek Jombang

Kapolsek Jombang AKP Soesilo
Jombang – Berita Patroli – Seorang mertua di Jombang Yeni Sulistiyowati (78) menjadi tersangka kasus penggelapan barang warisan. Ia dilaporkan menantunya Diana Soewito (46) ke polisi atas dugaan penggelapan barang warisan, salah satunya berupa cincin berlian.
Kuasa Hukum Diana, Andri Rachmad Martanto mengatakan, pertikaian keluarga ini berawal dari meninggalnya suami kliennya, Subroto Adi Wijaya karena sakit pada 2 Desember 2022. Sebelum meninggal, Subroto menitipkan sejumlah barang kepada ibunya, Yeni, warga Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang.
Barang tinggalan Subroto itu antara lain berupa KTP atas nama almarhum, 2 cincin kawin, 1 cincin berlian putih, serta 1 ponsel. Setelah pemakaman Subroto, Diana meminta barang-barang warisan suaminya itu secara baik-baik kepada Yeni.
“Alasan terlapor (Yeni) waktu itu nanti saja, tapi tidak ada tindak lanjut,” kata Andri kepada wartawan di Mapolsek Jombang, Kamis (6/7/2023).
Andri menjelaskan, Diana merupakan pewaris tunggal semua kekayaan mendiang Subroto. Perempuan asal Kelurahan Dukuh Kupang, Dukuh Pakis, Surabaya itu meminta ibu mertuanya menyerahkan KTP, 3 cincin dan ponsel peninggalan suaminya. Namun, permintaan Diana tak pernah digubris ibu mertuanya.
“Kami somasi 2 kali untuk meminta KTP, ponsel dan 3 cincin. Karena terlapor mengakui menyimpan cincin tersebut. Karena somasi tidak dihiraukan, kami laporkan ke Polsek Jombang atas dugaan penggelapan,” jelasnya.
Ketiga jenis barang warisan itu, kata Andri, sangat berharga bagi kliennya. Sebab, 3 cincin dan 1 ponsel saja ditaksir bernilai Rp 105 juta. Sedangkan KTP sangat dibutuhkan kliennya untuk mengakuisisi semua warisan dari suaminya. Termasuk bisnis kesehatan dan kecantikan di Surabaya.
“Karena semua atas nama suaminya, pihak perbankan minta KTP suami selain surat keterangan kematian dan bukti waris agar bisa dialihkan,” terangnya.
Yeni telah menjalani pemeriksaan sebagai terlapor di Polsek Jombang. Setelahnya, polisi memediasi kedua pihak. Namun, Diana bersikukuh proses hukum kasus dugaan penggelapan tersebut dilanjutkan.
“Jawaban kami, tetap kami lanjutkan perkara ini. Supaya ini menjadi pelajaran bagi terlapor dan keluarganya,” ungkap Andri.
Menurut Diana, cincin berlian tersebut pemberian orang tuanya kepada mendiang suaminya. Sehingga, surat cincin tersebut masih atas nama orang tuanya. Sedangkan 2 cincin emas yang juga ia minta dari ibu mertuanya adalah cincin kawin.
“Tiga cincin memang sejak menikah dititipkan suami kepada ibunya. Saya juga tahu dan saat itu tidak keberatan,” jelasnya.
Wartawan sempat mengonfirmasi Yeni ketika ia keluar dari Polsek Jombang. Namun, perempuan berusia 78 tahun ini enggan berkomentar. “Lapo se pak, emoh (kenapa sih pak, tidak mau),” ujarnya sembari berjalan cepat meninggalkan kantor polisi.
Polisi akhirnya menetapkan Yeni sebagai tersangka. Kapolsek Jombang AKP Soesilo mengatakan, pihaknya menaikkan kasus dugaan penggelapan itu ke tahap penyidikan pada Rabu (26/07/2023). Yeni dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.
“Sudah kami tingkatkan ke penyidikan mulai kemarin. Tersangkanya ya pihak terlapor (Yeni),” kata Soesilo kepada wartawan, Kamis (27/7/2023).
Selain itu, polisi juga sudah menyita barang warisan Subroto dari Yeni sebagai barang bukti. Berupa 3 cincin, 1 ponsel dan kunci. Selanjutnya, penyidik akan kembali memanggil Yeni untuk diperiksa sebagai tersangka.
“Nanti kami lakukan proses penyidikan. Semuanya akan kami panggil, mulai pelapor hingga tersangka,” jelasnya.
(Red)
