Berita Nasional
OPERASI PEKAT MAPOLDA METRO JAYA UNGKAP 282 TINDAK KRIMINAL DAN STATUS P21 KASUS AG.
Berita Patroli, Jakarta – Mapolda Metro Jaya kembali mengamankan sejumlah potensi kasus kriminal di DKI Jakarta pada Senin (20/3). Disamping mengungkap 282 kasus kriminal dalam operasi pekat kemarin, aparat juga menyita sejumlah barang bukti senjata tajam (Sajam) dari tangan tersangka.
Di wilayah hukum Polda Metro JayaPolisi berhasil mengungkap 282 kasus, melalui operasi penyakit masyarakat (PEKAT) selama 15 hari, yakni 2-16 Maret 2023 diharapkan kondisi Kamtibmas di DKI Jakarta kondusif.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Imam Yulisdiyanto saat konferensi pers di Jakarta, Senin (20/3) mengatakan, “Operasi PEKAT ini bertujuan memberantas segala bentuk tindak Kriminal serta mencegah tindak kriminal lainnya dalam rangka memelihara dan meningkatkan stabilitas Kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” tegasnya.
AKBP Imam juga mengungkapkan, dari 379 orang yang diamankan bahwa 282 kasus yang berhasil diungkap tersebut diantaranya 65 kasus merupakan Target Operasi dan 217 non Target Operasi.
“Jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 379 orang, 16 orang diantaranya merupakan residivis, 1 orang anak dibawah umur dan 1 orang positif narkoba,” ungkapnya saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/03/2023) kemarin.
Lebih lanjut dalam keterangannya AKBP Imam menambahkan, pengungkapan dari pelaku tindak pidana kejahatan masih didominasi oleh kasus pencurian, antara lain motif pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, penganiayaan, judi, pengeroyokan, pembunuhan, undang-undang darurat dan lain-lain,” imbuhnya.
“Kemudian barang bukti yang berhasil diamankan pada saat operasi antara lain 101 unit sepeda motor, 13 unit mobil, 1 pucuk senjata api, 39 bilah senjata tajam, 76 unit Handphone, 11 unit Laptop serta uang sebesar Rp 206.980.000,” imbuhnya.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 351, 365, 363, 303, 170, 368, 340 KUHP serta undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
Pelarangan konvoi saat Ramadhan pun mulai diumumkan Polda Metro Jaya. Tidak terkecuali penindakan terhadap praktik peredaran miras.
Menjelang dan pada saat bulan Ramadhan 1444/2023, Mapolda Metro Jaya juga mengumumkan himbauannya kepada masyarakat baik untuk berkonvoi kendaraan dan kerumunan sambil menunggu waktu berbuka puasa dan sahur saat Ramadhan tahun ini.
Ketentuan tentang himbauan atau pelarangan konvoi kendaraan dan kerumunan tercantum dalam Maklumat Kapolda Metro Jaya Nomor: Mak/01/III/2023 tentang Larangan Kegiatan Masyarakat.
Demikian disampaikan keterangan tersebut oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, Senin (20/3) kemarin.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, melalui Polisi RW juga berhasil membongkar praktek peredaran minuman keras (miras) di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Demikian informasi yang berhasil dihimpun dari wilayah Polres Jakarta Barat. Kapolsek Palemerah, Kompol Dodi Abdurohim, saat ditemui di Mapolsek Palmerah mengatakan,
“Ini berkat kerja polisi RW yang digaungkan Kapolda Metro. Kita bisa sita 600 botol minuman keras,” jelasnya
Dikatakan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, “Kami akan meningkatkan kegiatan patroli, penyuluhan hingga penegakan hukum,”
Sehubungan berkas perkara perempuan inisial AG (15), pelaku anak di kasus Mario Dandy Satriyo (20) menganiaya Cristalino David Ozora (17), berkasnya telah dinyatakan lengkap (P21). Pihak Polda Metro Jaya membenarkan, berkas perkara AG (15) pelaku penganiayaan berat terhadap D (17) sudah dinyatakan lengkap dan telah dilimpahka ke Kajati Jakarta.
“Untuk anak yang berkonflik dengan hukum yakni AG (15), sore ini (berkas perkara) sudah P21 oleh pihak Kejaksaan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi. (Ted)
