Berita Nasional
Hidup Sangat Kekurangan, Agus Luput dari Bantuan Pemerintah
Berita Patroli, Trenggalek – Upaya Pemkab untuk mengentaskan kemiskinan di masa berlangsung pandemi corona / covid- 19 ini nampaknya belum cukup merata dirasakan masyarakat. Buktinya, masih ada warga miskin yang sehari-hari untuk makan masih keleleran tetapi sama sekali tidak tersentuh bantuan pemerintah.
Cita-cita pemerintah pusat untuk mensejahterakan rakyat miskin, masih jauh dari harapan karena kurang tepatnya penerima bantuan sehingga bantuan yang dikuncurkan justru tidak menyentuh rakyat miskin.
Salah satu warga miskin di Kabupaten Trenggalek bernama Agus Purwanto, warga RT 019 RW 06 Kelurahan Surondakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek yang belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali, padahal bapak 3 anak beserta keluarganya tersebut hidup serba kekurangan, untuk makan sehari-hari masih kebingungan, bahkan rumah saja masih numpang dirumah orang lain.
Namun dari sekian banyak program untuk kelurga miskin dengan kucuran uang yang tidak sedikit dikampanyekan pemerintah dari pusat hingga daerah, para pejabat berkampanye bahwa mereka serius menangangi kemiskinan.
Sayangnya, Badut panggilan akrab dari agus purwanto tersebut tidak masuk dalam daftar orang miskin yang menerima bantuan dari pemerintah penerima manfaat Program Keluarga harapan (PKH), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan langsung atau bantuan nontunai, maupun bantuan bagi terdampak covid 19 dan lainnya.
Pria yang sehari-hari bekerja di terminal sebagai jasamuat tersebut ketika diwawancarai wartawan patroli Kamis, (28/05/2020) mengatakan belum pernah mendapat bantuan sama sekali meskipun rumah saja masih numpang punya temen, “Keseharian saya hanya bekerja sebagai jasa muat barang diterminal namun selama ada corona ini saya tidak bisa bekerja karena aktivitas angkutan umum seperti bis tidak ada yang beroperasional jadi untuk saat ini tidak ada penghasilan sama sekali dan untuk makan saja kebingungan mas. Meskipun program pemerintah yang mengatasnamakan kemiskinan sering digembar-gemborkan, namun keberadaan saya dan keluarga seolah-olah tidak diakui oleh pemerintah,” ujarnya dengan nada yang melas.
Sedangkan Lurah Surondakan yang bernama Agus ketika dikonfirmasi awak media Patroli di ruang kerjanya mengatakan, ’’Saya minta datanya saja mas seperti fotocopy KTP, KK saya berterimakasih sudah ada masukan, ini saya akan ajukan, seperti pihak kelurahan seperti ini gak apal secara keseluruhan jika RT tidak mengajukan datanya,’’ ujarnya. @TIM
