Berita Nasional
Jeritan Dunia Hiburan di Pacitan
Berita Patroli, Pacitan – Himbauan dari pihak kepolisian untuk tidak berkumpul dalam rangka mencegah penularan Covid-19, serta tidak dikeluarkannya ijin keramaian oleh pihak kepolisian. Membuat sejumlah pelaku hiburan terutama campursari, dangdut harus membatalkan Job (manggungnya) karena yang mempunyai hajatan menunda acaranya.
seperti yang dituturkan Pipir (MC) pelawak, Edi Prayitno, kepada wartawan Berita Patroli. Tiga bulan terakhir ada 32 jadwal manggung batal, ia harus kehilangan mata pencarian. Jutaan uang hilang disebabkan tidak dikeluarkan ijin keramaian dari pihak kepolisian.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Ki Dalang Sujatno dari desa Tanjung Lor kecamatan Ngadirojo. Ia harus rela kehilangan jobnya dan hanya bisa pasrah serta berdoa semoga Covid-19 bisa segera berlalu.
”Saya yakin tidak hanya saya yang menjerit, rekan-rekan seniman juga mengalami hal yang sama. Kuncinya hanya sabar dan tawakal, walaupun saya harus pindah profesi bercocok tanam untuk menyambung kehidupan sehari hari,” ungkap Ki dalang.
Pantauan Berita Patroli, nasib seniman serta dunia hiburan yang banyak ditutup di kabupaten Pacitan sangat memprihatinkan. Para seniman banyak yang harus pindah profesi untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
Dengan adanya wabah pandemi Covid-19, semua menjerit, tidak hanya dunia hiburan pelaku usahapun mengalami hal yang sama tapi tidak seperti dunia hiburan yang tutup total, pelaku usaha masih bisa bekerja.
Untuk saat ini pelaku duni hiburan banyak yang menjerit, dan berharap semoga pandemi covid-19 cepat berlalu. @gus
